Bocah Tenggelam
Tenggelam di Dam Sedalam Empat Meter
Playen masih berdiri di pinggiran dam Sungai Pulutan yang dibangun pada tahun 1948.
Penulis: Agung Ismiyanto | Editor: Iwan Al Khasni
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Setelah mendapatkan laporan ada anak tenggelam di dam, Wakimin dan menantunya Trisno Widi (38) yang saat itu sedang duduk-duduk langsung datang di lokasi. Ternyata benar bahwa ada satu anak tenggelam.
Saat itu, tampak ada anak lainnya yang diketahui bernama Renaldi (9), Trinugroho (10) dan Aan (10) warga Ngasem, Plembutan, Playen masih berdiri di pinggiran dam Sungai Pulutan yang dibangun pada tahun 1948.
Mengetahui hal tersebut, lanjut Wakimin, ia berteriak-teriak dan meminta tolong pada tetangga sekitar.
"Terus banyak orang yang menghampiri untuk menolong. Bahkan, Trisno (menantunya) langsung menyelam untuk mengangkat tubuh anak. Tapi tidak ketemu," ujarnya.
Hingga akhirnya, lanjut Wakimin, ada satu orang pengendara yang datang dan langsung menyelam. Hingga, sekitar pukul 14.00, jenasah anak tersebut ditemukan dalam keadaan memucat dan lemas. Menurut Wakimin, diperkirakan jasad anak tersebut sudah tenggelam selama lebih dari setengah jam.
Diberikan sebelumnya, seorang bocah bernama, Edi sulaiman (10) warga Ngasem, Plembutan, Playen, ditemukan tewas Minggu (17/6/2012) sore. Siswa kelas 4 SD Plembutan I ini, akhirnya tewas tenggelam di dam Sungai Pulutan, seusai memancing bersama ketiga temannya.
Diduga, Edi yang tak piawai berenang, tenggelam di sungai berkedalaman sekitar empat meter. (*)
Terkait : Bocah Tewas Tenggelam di Dam Sungai Pulutan Gunungkidul