SNMPTN

Panlok Curigai Dua Peserta Lakukan Praktik Perjokian

Tim pengawas dari Panitia Lokal memproses dua orang peserta yang dicurigai melakukan praktik perjokian pada pelaksanaan

Tayang:
Penulis: Muhammad Fatoni | Editor: tea
Laporan Reporter Tribun Jogja, Muchamad Fatoni

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Tim pengawas dari Panitia Lokal (Panlok) 46 Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) Yogyakarta, memproses dua orang peserta yang dicurigai melakukan praktik perjokian pada pelaksanaan Ujian Tulis hari kedua, Rabu (13/6/2012) kemarin. Keduanya pun langsung diinterogasi oleh pengawas seusai menyelesaikan semua soal yang diujikan.

Dua orang yang diduga joki tersebut yaitu satu peserta yang menjalani tes di Fakultas Peternakan UGM, dan seorang lagi di Fakultas Hukum UGM. Meski demikian, panitia tak menyebutkan nama jelas atau asal kedua peserta tersebut.

Menurut seorang pengawas di Fakultas Hukum UGM, Gusti Grehenson, peserta tersebut dicurigai setelah ketahuan merubah kode soal saat proses verifikasi. Pengawas pun sudah sempat menegur peserta itu dan mengawasi gerak-geriknya.

"Dia langsung kami awasi secara intens sejak awal sampai akhir ujian, pengawas tidak langsung menariknya keluar karena takut nantinya mengganggu peserta lain," jelasnya.

Peserta yang dicurigai sebagai joki SNMPTN itupun tak diizinkan keluar ruang setelah ujian selesai. Mereka tetap berada di dalam ruang ujian untuk diinterogasi oleh tim pengawas.

Ia menceritakan, kecurigaan tersebut berawal saat pengawas memeriksa ketidakcocokan antara kode soal yang diisikan peserta bersangkutan dengan lembar jawaban. Pengawas pun lantas mencocokkan identitas dan data peserta yang ada di data base panitia.

"Setelah diteliti dan diperiksa dia memang benar peserta SNMPTN, datanya cocok, tapi tindakannya itu sempat memancing kecurigaan kami," tambah staf Humas UGM ini. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved