SNMPTN
Penjual Soal Prediksi SNMPTN Sepi Pembeli
Penjual soal prediksi SNMPTN mengeluh sepi pembeli lantaran pendaftaran dilakukan sistem online
Penulis: Ikrob Didik Irawan |
TRIBUNJOGJA.COM, SOLO – Penjual soal-soal prediksi Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) di kampus Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) mengeluh. Sebab, sejak diberlakukan sistem pendaftaran online penghasilan mereka menurun drastis. Bahkan dalam sehari, mereka paling banter mendapatkan untung Rp 10 ribu saja.
Setiap tahun, jelang pelaksanaan SNMPTN, para pedagang itu akan mulai bermunculan bak semut yang mendatangi gula. Tempat berjualan favorit mereka adalah di boulevard selatan. . "Tahun ini sangat sepi. Keuntungan juga jauh menurun," kata Ariyani, salah seorang pedagang, Senin (11/6).
Cara berjualan seperti pedagang asongan. Wanita 39 tahun cukup berdiri ditepi jalan. Satu tangan membawa tumpukan soal-soal, sedang tangan lainnya juga membawa soal yang dikibas-kibaskan kepada setiap pengendara yang lewat.
Jika beruntung, ia akan dihampiri oleh seorang pengendara calon pembeli. "Tahun ini calon mahasiswa yang datang ke kampus sangat sedikit karena ada sistem online. Makanya penghasilan saya menurun drastis," kata ibu tiga anak ini.
Ariyani menuturkan, dari buku soal-soal yang dijual Rp 20 ribu per buah itu, keuntungan yang didapat hanya Rp 2 ribu saja. Dalam sehari, ia paling banter hanya bisa menjual 5 buah buku atau mendapatkan keuntungan sekitar Rp 10 ribu.
Jika sedang sepi pembeli, paling hanya bisa menjual sebuah buku saja. "Dulu, dalam sehari bisa mendapatkan uang Rp 50 ribu sampai Rp 100 ribu. Tapi sekarang karena sudah online, mau mencari uang Rp 10 ribu saja susahnya minta ampun," katanya mengeluh. (*)