SNMPTN
Lima Penyandang Cacat di Solo Tak Terima Soal SNMPTN Khusus
Tak ada soal khusus bagi lima penyandang cacat di Solo
Penulis: Ikrob Didik Irawan |
Laporan Wartawan Tribun Jogja, Ikrob Didik Irawan
TRIBUNJOGJA.COM, SOLO –Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) serentak digelar Senin-Selasa (12-13/6) ini. Di Solo yang merupakan Panlok 44, dari 18.740 peserta, terdapat 5 peserta difabel. Tak ada soal khusus, misalnya soal berhuruf braile bagi penderita tuna netra atau lainnya. Pihak panitia hanya memberikan fasilitas berupa pendamping untuk mengerjakan soal.
Menurut Prof Drs Sutarno, MSc PhD, Ketua SNMPTN Panlok 44, kelima peserta difabel itu terdiri dari 4 orang penderita tuna netra dan 1 orang penderita tuna rungu. Kelimanya menempati ruang berbeda karena memang tak ada ruang khusus bagi para difabel.
"Soal yang mereka dapatkan sama seperti orang normal.
Hanya saja mereka akan didampingi petugas yang akan memberikan bantuan selama
mengerjakan soal. Misalnya membacakan soal," katanya, Senin (11/6/2012).
Terkait pengamanan, Sutarno yakin segala persiapan saat ini sudah bisa untuk
mempersempit bentuk perjokian atau segala macam bentuk kecurangan lain.
Nantinya seluruh peserta dilarang membawa ponsel kedalam ruang.
Semua peserta juga diharuskan membawa ijazah SMA atau surat keterangan kelulus. "Soalnya nanti ada lima macam yang berbeda. Jadi bisa memperkecil kerjasama antar peserta. Kami pastikan soal tak bocor," katanya lagi. (*)