Berita Duka
Teman Pelatih Ribut Waidi Merasa Kehilangan
sesama kawan pelatih mengaku kehilangan atas meninggalnya legenda sepak bola Ribut Waidi
Penulis: ptt |
Laporan Reporter Tribun Jogja, Puthut Ami Luhur
TRIBUNJOGJA.COM, SEMARANG - Pelatih Persibangga Purbalingga, Ahmad Muhariah, membenarkan berita meninggalnya legenda sepak bola, Ribut Waidi, Minggu (3/6/2012). Muhariah merupakan kawan almarhum saat membela PSIS Semarang.
Mantan gelandang Mahesa Jenar itu bercerita dirinya mendapat kabar duka dari Sudaryanto, mantan pemain tim.
"Saya dengar kena serangan jantung, kaget mendengar kabar tiba-tiba pagi tadi dari Sudaryanto yang sama-sama bekerja di Pertamina," kata Muhariah kepada Tribun Jogja, Minggu (3/6/2012).
Ribut Waidi, setelah tidak lagi bermain bola sehari-hari menjalani karier di PT Pertamina Depo Pengapon meski sesekali masih menyempatkan mengolah bola di Stadion Citarum, Semarang.
Beberapa waktu lalu, pemain legendaris yang dibuatkan patungnya sedang menggiring sepakbola oleh Pemerintah Kota Semarang di Kompleks Stadion Jatidiri, juga sempat mengajar ekstrakurikuler sepakbola di SMA Negeri 7 Semarang, Jateng. Almarhum lahir di Pati, Jateng, 5 Desember 1962. (*)