Konflik Keraton Solo

Bawa Air Suci, Komunitas Moge Ajak Keraton Bersatu

mereka mengajak keraton untuk bersatu dan melupakan perselihan antara dewan adat dan PB XIII Hangabehi yang saat ini masih terjadi.

Penulis: Ikrob Didik Irawan | Editor: Iwan Al Khasni
TRIBUNJOGJA.COM, SOLO - Keraton Kasunanan Surakarta digeruduk oleh belasan pengendara motor gede (moge) yang tergabung dalam Ruby Owners Club (ROC). Kedatangan mereka membawa air suci yang diambil dari sebuah mata air di Bali. Lewat air itu, mereka mengajak keraton untuk bersatu dan melupakan perselihan antara dewan adat dan PB XIII Hangabehi yang saat ini masih terjadi.

Suara deruan knalpot langsung terdengar begitu belasan moge serentak masuk melewati pintu gerbang keraton dan parkir di depan Korikamandoengan. Mereka adalah rombongan anggota ROC Magetan yang membawa air suci yang disebut sebagai air persatuan. Kedatangan para pengedara yang mengenakan jaket hitam-hitam khas rider itu diterima langsung oleh KGPH Puger.

“Hari (kemarin) ini air persatuan tiba di Solo. Semoga mampirnya air persatuan ke keraton juga bisa membawa angin persatuan ditengah perselisihan yang ramai diberitakan media saat ini,” kata Bayan Sangit, anggota ROC Solo, Minggu (3/6). Saat tiba, air yang berada dalam wadah mirip cangkir perak itu langsung diserah terimakan dari Ketua ROC Magetan ke Ketua ROC Solo.

KGPH Puger yang mewakili Keraton saat itu tak ikut menerima air, hanya menyaksikan saja. Meski air tak diberikan di keraton, Sangit berharap semangat persatuan yang dimiliki para biker bisa menular. Sehingga kedepannya tak ada lagi berita soal konflik keraton baik media baik cetak maupun elektronik.

“Kami singgah di keraton karena tempat ini adalah tempat sakral. Tapi kami juga berharap konflik segera berakhir dan berubah menjadi persatuan,” katanya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved