Satu Abad HB IX
Sultan Siap Jadi Mediator Konflik Pakualaman
Tapi kan harus mereka yang meminta, masak saya yang mengambil inisiatif
Penulis: Hendy Kurniawan | Editor: Iwan Al Khasni
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA -- Banyaknya desakan yang meminta Sri Sultan HB X turun tangan menjadi mediator konflik Puro Pakulaman, ditanggapi Sultan dengan kesiapannya. Tetapi harus ada permintaan dari kedua kubu, tidak inisitaif dari dirinya.
"Secara prinsip saya tidak ada masalah (menjadi mediator). Tapi kan harus mereka yang meminta, masak saya yang mengambil inisiatif. Kalau mereka tidak mau bagaimana. Saya tidak ingin ada yang merasa saya ikut campur jika berinisiatif," katanya, Jumat (11/5).
Meski demikian, Sultan masih berharap konflik yang melibatkan kakak dan adik ini dapat diselesaikan secara kekeluargaan, tanpa ada pihak ke tiga yang terlibat. Sehingga penyelesaian dapat dilakukan secara hati ke hati dalam hubungan keluarga yang dekat.
Sementara itu, KPH Tjondrokusumo menyatakan masih melihat terlebih dahulu kemungkinan pihaknya meminta Ngerso Dalem menjadi mediator dalam konflik.
"Pastinya tidak ada dialog sama sekali dengan pihak KPH Anglingkusumo sampai saat ini. Nanti akan kami sampaikan sikap dari Sri Paduka PA IX bagaimana," tandasnya.
Sebelumnya, ketika melakukan kunjungan ke kediaman mantan Wakil Wali Kota Yogyakarta, Syukri Fadholi beberapa waktu lalu, Anglingkusumo masih bersikukuh jika pihaknya ingin berdialog secara langsung dengan PA IX bukan dengan dengan paguyuban Hudyana. Namun, masih membuka pintu mediasi jika memang ada mediator yang benar-benar netral tanpa ada unsur kepentingan. (TRIBUNJOGJA.COM)