Demam Korea Style

Ini Dia Mommy-mommy Bergaya Ala Artis Korea

Terinspirasi dari film-film Korea yang diputar di televisi dan layar lebar.

Tayang:
Penulis: tea | Editor: tea
Laporan Reporter Tribun Jogja, Theresia Andayani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Terinspirasi dari film-film Korea yang diputar di televisi dan layar lebar. Komunitas Arisan Happy ini memilih dress code yang bergaya modis dan stylish ala bintang film Korea. Mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki semua berbalut tren Korea Style yang sedang happening.

Mommy-mommy yang berjumlah sekitar 18 orang ini memang sangat percaya diri, gaya berbusana dengan model baju korea yang penuh warna, dan eye catching layaknya anak muda. “Pada dasarnya berpakaian ala Korean sangat mudah diterapkan, intinya memang harus pede dan berani bermain warna dan motif,” ucap Ena, salah seorang peserta arisan kepada Tribun Jogja.

Untuk motif yang digunakan, biasanya berupa motif polkadot, zebra, dan juga flowering. Selain motif, ciri khas gaya Korea memang berani memadukan warna. Seperti yang mommy-mommy kenakan ini yang cenderung mengambil tema warna merah dan pink yang begitu segar dan cerah.
Untuk gaya dan style, biasanya mereka memadukan banyak pakaian dalam sekali pakai, atau gaya tumpuk. Gaya tumpuk ini bisa beberapa pacu dengan paduan motif dan tambahan sedikit aksesoris yang menjadi hiasan pemanis bergaya.

Untuk bagian bawah atau celana bisa dengan menggunakan gaya High waist, celana berpotongan panjang hingga pinggul atau perut. Paduan untuk high waist bisa dengan kemeja ataupun baju kaos dilengkapi dengan sweater berwarna cerah untuk daerah yang dingin. Atau bisa juga dengan syal maupun jaket bulu, yang menambah penampilan fashionable.

“Aku nggak belanja apapun, cuma ambil koleksi yang ada di lemari aja, dan beli topi. Sepatu bootsnya kebetulan pesan di tempat langgananku,” ucap Ena.

Juwita Bhaskoro adalah salah seorang peserta pertama kali memiliki ide untuk memakai dress code ini, karena ia punya koleksi sepatu boots warna dari bahan kulit. Dan sudah lama memang tidak dipakai, dan begitu melihat sepatu itu lagi, ia melemparkan tema Korea Style pada teman-teman di komunitas arisannya melalui group BlackBerry Massanger. Dan tema itu disambut oleh teman-teman lainnya untuk disetujui sebagai kostum arisan ke 2 yang diadakan di Hotel Grand Aston.

“Korean Style itu identik juga dengan boots, dan dandanan ala ABG. Meskipun kita sudah mommy-mommy tapi masih bergaya anak muda,” papar Juwita.

Rata-rata, peserta arisan memang hunting sendiri-sendiri untuk bisa mendapatkan baju dengan style Korea. Adapun peserta arisan yang memang sudah punya koleksi pribadi, sehingga mereka tidak susah-susah untuk belanja lagi. Tinggal buka lemari dan pilih koleksi pakaian mana yang mau di pakai.

“Kebanyakan sih koleksi pribadi, tapi kalau untuk boots kita memang sengaja hunting bareng untuk belanjanya. Biar seragam dan warnanya pun senada,” ucap Juwita.

Kecuali untuk riasan wajah dan juga rambut, ada beberapa peserta arisan yang memang sengaja datang ke salon. Dan mereka yang berjilbab juga ada yang menggunakan jilbab modifikasi harus ke salon. Tapi pastinya, kata Juwita para peserta enjoy dengan yang mereka pakai.

“Kami memang mewajibkan untuk peserta arisan memakai dress code yang sudah ditentukan dari hasil diskusi, dan sama sekali nggak ada yang keberatan sih,” ucap Juwita. (*).

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved