Tren Mode Lurik

Tampil Bergaya dengan Cocktail Dress Tenun Lurik

Tekstil tradisional, sebuah karya tradisi kebudayaan bangsa yang selayaknya diapresiasi

Penulis: esa | Editor: tea

Laporan Reporter Tribun Jogja, Eka Santi

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA -Tekstil tradisional, sebuah karya tradisi kebudayaan bangsa yang selayaknya diapresiasi dan dipertahankan jangan sampai hilang tergerus arus zaman. Demikianlah yang tengah diupayakan oleh sekelompok perancang mode Yogyakarta yang tergabung dalam Fashion Encounter dengan menyelenggarakan fashion show bertemakan Magic Moment di The Phoenix Hotel, Sabtu (28/4/2012).

Gelaran fashion show ini menjadi ajang menampilkan inovasi karya-karya fashion dengan bahan utama tenun dan lurik dengan tema yang berbeda dari setiap perancang. Nyatanya tekstil tradisional ini mampu didesain menjadi busana modern yang etnik namun tetap menarik, dan tentunya memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

Para perancang mode yang turut memamerkan karyanya antara lain Ani Wardhana, Anteng Hadiyati, Astrid Ediati, Essy Masita & Vina Maharani, Sofie, Wiwid Hosanna, Yulvita Paramita Dewi, Goet Poespo serta Ninik Maharani sebagai guest designer.Setiap designer rata-rata menampilkan enam busana dengan tema masing-masing, namun masih dengan satu keselarasan yakni inovasi tekstil tradisional. Pun inovasi yang dimaksud disini tidak sekedar bahan yang digunakan, tapi juga pola dan cutting bajunya.

Karya para designer ini banyak yang mengaplikasikan pola pattern magic dari Tomoko Nakamichi yang tengah booming dalam dunia fashion. Berbagai busana ready to wear bernuansa modern etnik ini layak melengkapi koleksi busana cocktail dress di almari, tanpa meninggalkan tradisi dan budaya nusantara.(TRIBUNJOGJA.COM)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved