Satu Abad HB IX

Ribuan Romusha Bangun Selokan Mataram

Sultan HB IX melarang romusha tenaga kerja ke luar Jogja, ia mengajukan rencana proyek pembangunan kanal sebagai gantinya

Laporan Reporter Tribun Jogja, Yoseph Hary W dan Chatarina Binarsih

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Karya monumental itu bernama Selokan Mataram. Dulu pernah dikenal dengan sebutan Kanal Yosiro, karena insinyur Jepang yang merancang teknisnya serupa dengan nama itu.

Catatan tim pengkajian Museum Benteng Vredeburg tentang pembuatan Selokan Mataram, mengutip buku PJ Suwarno; Romusa Daerah Istimewa Yogyakarta, tenaga kerja yang dilibatkan di proyek Selokan Mataram mencapai 1.289.000 orang.

Sebanyak 68.000 di antaranya tenaga romusha. Soal upah buruh, laporan ini menyebut semula ditetapkan f0,35 dan f0,40 per orang (Gulden: mata uang Belanda sejak abad ke-17 hingga 2002). Kenyataannya ada yang tak dibayar, dan hanya dijatah sekali makan dalam sehari. Karena belum ada alat berat, tenaga kerja yang diperlukan luar biasa besar. Mereka direkrut dari warga di kiri kanan jalur kanal dengan dua kategori, sebagai buruh dan kerik aji (kerja bakti). Buruh diupah sistem borongan per meter kubik untuk galian, dan meter persegi untuk perataan.

Upah diberikan setiap akhir pekan (Sabtu). Rata-rata tiap buruh mampu menggali tiga hingga empat meter kubik per hari dengan upah rata-rata 10 sen plus makan ala kadarnya. Pada masa itu, uang 10 sen hanya bisa dibelikan satu kilogram beras.

Setiap kelompok buruh, berjumlah kira-kira 30 orang, dipimpin mandor yang mendapat upah 15 sen per hari. Sedangkan peserta kerik aji (kerja bakti) dikerahkan aparat desa, bekerja setengah hari, tidak diupah, hanya mendapat ransum makan sekali.

Pada akhir 1944, proyek galian raksasa ini bisa diselesaikan mencapai sisi barat Kali Code. Selesai dalam arti kanal sudah berbentuk, air sudah mengalir, namun belum terdistribusikan ke lahan pertanian di kiri kanan secara sempurna.

Mochammad Syafrudin dalam skripsinya di Fakultas Sastra UGM (2001) tentang Kajian Sistem Irigasi dan Dampak Sosial Lingkungan Selokan Mataram, juga menyebutkan, proyek Selokan Mataram diakhiri 1944. (www.tribunjogja.com)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved