Ruang Publik Kota Semarang
Komunitas Pilih Kumpul di Cafe
Felix Sely membuka cafe U'FOO sebagai tempat berinteraksi komunitas
Tayang:
Penulis: bbb | Editor: Iwan Al Khasni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Bakti Buwono
TRIBUNJOGJA.COM, SEMARANG - Kebutuhan seniman, anak muda, komunitas bahkan juga masyarakat akan ruang publik sangat besar. Tetapi di kota Semarang, ruang publik sebagai tempat persinggungan antar manusia sangat minim. Hal itulah yang mendorong Felix Sely membuka cafe U'FOO sebagai tempat berinteraksi komunitas , anak muda ataupun seniman yang ingin berkarya.
Terletak di Jl Lamongan Raya No.6, Sampangan, Gajahmungkur, cafe yang dimaksud itu dibangun. Tidak sulit untuk menemukannya. Tulisan cafe U'FOO dan hiasan gitar di dinding depan menjadi ciri khasnya. Bentuknya tidak istimewa, hanya serupa rumah tinggal biasa. Namun, yang membedakannya adalah ramainya anak muda yang 'nongkrong' di teras.
Keramaian itu tampak pada Minggu (1/4/2012) malam. Banyak anak muda yang bercengkerama di teras cafe. Samar-samar terdengar suara musik rock dari dalamnya. Ketika tribun masuk ke cafe itu, rupanya ada band musik cadas yang sedang bermain. Permainan itu bersanding dengan pameran lukisan komunitas gambar outsiders ink. Berbagai lukisan dipajang di dinding cafe, menemani pengunjung yang menikmati hidangan cafe.
"Awalnya cafe cenderung ke komunitas musik blues dan reggae, tapi dalam perkembangannya tidak hanya dua musik itu saja," kata Manager U'FOO Cafe Osca Timo (31) kepada Tribun Jogja, Minggu (2/4/2012) malam.
Ia menjelaskan, kafe yang dimanajerinya itu memang untuk komunitas. Latar belakang pendiriannya pun berawal dari dorongan teman-teman ownernya untuk membuat tempat berkumpul komunitas. Saat itu, owner kafe yang bergiat di musik beserta teman-temannya tidak menemukan ruang publik tempat berkumpulnya komunitas. Maka, mulai Desember 2011, ia mendirikan U'FOO Cafe. (*)