Error Without Emotion

ERWE: Pertunjukan Harus Dihentikan

mereka pun disuruh untuk menghentikan pertunjukkan

Penulis: rap | Editor: rap
SUATU ketika ERWE diundang manggung di sebuah SMA di Yogyakarta. Acara saat itu siang hari, dan ‘party’nya di adakan untuk umum. Penonton yang berjubel menambah suasana panas pada siang itu, hingga memacu keberingsan band yang digawangi oleh Djati Pambudi Wibowo / W2k  (Vokal/Gitar), Lukas Septa Indras Wibowo / Luke (Gitar), dan Fajar Hendra Setiawan (Drums) ini saat diatas panggung.

Saking ‘panas’nya, sampai-sampai audittional keyboardist mereka ikut me’liar’, dia menaiki keybordnya sambil menari-nari, hingga akhirnya keyboard tersebut runtuh beserta orangnya, lalu 'ggeerrrrrrr', sontak bukan hanya penonton yang tertawa, seluruh personil pun ikut tergelak, tetapi malah peristiwa tersebut justru menambah keakraban mereka pada siang itu.

Namun cerita belum selesai sampai disitu saja, saat sedang seru-serunya bercengkrama dengan penonton dan menyayikan lagu ke tujuh yang mereka mainkan, seorang guru sekolah tersebut naik ke panggung dan membisiki W2k, mereka pun disuruh untuk menghentikan pertunjukkan dikarenakan Kepala Sekolah SMA tersebut meninggal dunia.

“ngoook.. Siang itu menjadi pengalaman yang lucu dan sekaligus mengharukan pastinya buat kami,” ujar Luke menceritakan pengalaman paling serunya kepada Tribun Jogja ketika beberapa waktu lalu.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved