Arswendo Tak Segan Bercerita Pengalamannya di Penjara

Arswendo Tak Segan Bercerita Pengalamannya di Penjara

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rento Ari N.

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Arswendo Atmowiloto menjadi pembicara dalam seminar nasional di Universitas Sanata Dharma (USD), Sabtu (21/1). Bertempat di ruang Kunjono Gedung Pusat Kampus Mrican, seminar ini mengangkat tema "Menggali Potensi Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya untuk Mengembangkan Pendidikan Karakter dengan Menanamkan Semangat Kewirausahaan."

Dalam seminar ini Arswendo menjadi pembicara bersama Prof. Dr. Pranowo M Pd. Acara ini dimulai sekitar pukul 08.00 WIB dan resmi dibuka oleh Rektor USD, Dr Ir P Wiryono P SJ. Seminar ini merupakan kegiatan ilmiah prodi PBSID FKIP dalam rangka Dies Natalies ke-56 Universitas Sanata Dharma.

Sebelum Arswendo berbicara, B Rahmanto membacakan perjalanan hidup Arswendo. Pengarang nyentrik ini memiliki perjalanan hidup unik. Sempat melejit menjadi Pemred Tabloid Monitor, Arswendo tersangkut kasus jajak pendapat. Jadilah dia mendekam di penjara selama lima tahun.

Pengalaman Arswendo tidak hanya dibacakan. Ketika menyampaikan materi tentang kewirausahaan, ia tidak segan menyatakan bahwa pengalaman hidupnya itu yang memacu kreativitasnya.

"Satu-satunya semangat kewirausahaan dalam diri saya, hanyalah karena wajah saya mirip China, setidaknya dibandingkan (mirip) yang terhormat bapak Drs B Rahmanto M Hum," canda Arswendo dalam pengantar makalahnya.

Menurut Arswendo, jalan budaya merupakan pendekatan karakter kewirausahaan. Ciri jalan budaya yaitu mengedepankan dialog dan bukan kekerasan, berkarya nyata selain berwacana, dan tidak menganggap budaya sebagai satu-satunya kebenaran sehingga bekerja sama bersama disiplin ilmu lain dalam pendekatan.(*)

Editor: oktora-veriawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved