Praktik Kongkalikong Pembuatan SIM
Lancar Gara-gara Ada Setoran ke Orang Dalam
Di Klaten kiprah calo SIM juga tak lepas dari koleganya di dalam kepolisian.
Penulis: oda | Editor: Agus Wahyu
TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Di Klaten misalnya, papan petunjuk tarif SIM tak memengaruhi kiprah calo yang bekerjasama dengan oknum aparat untuk meraup untung. "Meski ada papan yang menjelaskan tarif pembuatan SIM baru dan perpanjangannya. Masih ada yang membutuhkan kami. Untuk perpanjangan SIM C Rp 100 ribu sedangkan untuk barunya senilai Rp 325 ribu. Sedangkan SIM A baru Rp 380 ribu dan Rp 150 ribu untuk perjanngan," ujar seorang calo yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Hal itu diakui seorang calo lain. Setiap transasksi SIM, calo hanya memeroleh Rp 10 ribu hingga Rp 15 ribu. Ia mengaku tak bisa memetik hasil lebih besar, karena harus setor ke petugas yang mengurusi SIM.
Koleganya di kepolisian yang bertugas di Satlantas Klaten, menjadi kunci transaksinya lancar. "Orang dalamnya tentu saja petugas. Terkadang juga kalau saya lagi sibuk urusan di Samsat, saya meminta orang yang membuat SIM untuk mendatangi orang yang telah menjadi jaringan saya di dalam (Satlantas Klaten)," kata pria asli Klaten ini.
Meski demikian, ia enggan disebut calo. Ia menyebut dirinya sebagai pemberi jasa perpanjangan dan pembuatan SIM. "Saya hanya memberi kemudahan pengguna jasa agar tak merasa ribet dengan segala sesuatu untuk mendapatkan surat itu, misalnya antre dan lari ke sana sini," katanya.
Di Yogya pun ditemui praktik ini. Soerang calo yang enggan disebutkan namanya mengaku sudah puluhan membantu warga yang ingin jalan pintas mendapatkan SIM. Bedanya, calo ini berkedok kursus mengemudi.
Saat ditanya sharing dana antara jasa kursus mengemudi dengan oknum polisi, perempuan itu enggan membeberkan. "Ya tahu sendiri lah, kalau mau cepet itu kan harus memberi tanda terima kasih juga ke orang dalam," katanya.(*)