Praktik Kongkalikong Pembuatan SIM

Berkedok Lembaga Kursus

Mahalnya pembuatan SIM juga terjadi di tempat berkedok kursus ketrampilan mengemudi.

Tayang:
Penulis: Ikrob Didik Irawan | Editor: Agus Wahyu
Laporan Reporter Tribun Jogja, Ikrob Didik Irawan

TRIBUNJOGJA.COM, SOLO - Indah (20) memilih memanfaatkan jasa kursus agar bisa memeroleh SIM. Ia memilih lembaga kursus di pusat Kota Solo agar bisa memiliki keterampilan mengemudi, sekaligus dapat dibantu mengurus SIM.

Mahasiswi perguruan tinggi swasta di Solo ini mengeluarkan Rp 700 ribu untuk memeroleh SIM, sekaligus dilatih kurus nyetir. Rinciannya, Rp 300 ribu sebagai biaya kursus dan Rp 400 ribu untuk SIM.

"Saya diminta mengumpulkan pasfoto dan fotokopi KTP. Saya lalu diajak petugas dari kursus mobil ke Satlantas Solo. Setiba di kantor polisi lalu lintas, saya diminta foto saja tanpa tes layaknya pembuatan SIM. Tak sampai sekitar setengah jam, SIM sudah jadi," katanya.

Di Solo, area parkir di selatan Stadion Sriwedari menjadi pusat latihan menyetir bagi hampir sebagian besar lembaga kursus mengemudi. Di tempat itulah instruktur setir mobil melatih muridnya mengemudikan mobil sebelum turun ke jalan raya.

Yatno, seorang instruktur lembaga kursus setir mobil, mengatakan, tempatnya bekerja menyediakan jasa perantara pembuatan SIM. Biaya pembuatan SIM A Rp 400 ribu.
"Harga itu sudah pas, tak bisa ditawar lagi. Paling yang bisa dipotong biaya kursus mengemudi. Tak sampai setengah jam, SIM A langsung jadi. Tak perlu ujian praktik atau tertulis," katanya.

Menurut dia, harga pembuatan SIM mencapai Rp 400 ribu karena harus memberi uang pelicin kepada petugas kepolisian. Namun, berapa besaran uang yang diberikan pada oknum polisi, ia enggan menyebut.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved