Jeng Reni Pamit ke Inggris

Kami pamit belajar ke Inggris dan semoga saat pulang sudah membawa momongan

Tayang:
Penulis: Iwan Al Khasni | Editor: ufi
Laporan Reporter Tribun Jogja, Iwan Al Khasni

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dibawah guyuran hujan yang tak berhenti turun di atas langit Malioboro, pengantin baru Keraton Yogyakarta, Gusti Yudhonegoro dan Gusti Bendhoro atau akrab disebut Jeng Reni tampak berjalan beriringan menuju "Angkringan Keistimewaan" yang digelar di halaman depan Kantor Dinas Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Turun dari mobil sedan warna hitam, keduanya langsung disambut jabat tangan puluhan orang yang sudah menunggu. Kedua pasangan itu datang ke acara menyampaikan rasa terima kasih kepada masyarakat Yogyakarta atas dukungan saat pernikahan agung.

Sambil sesekali mengumbar senyum kepada tamu yang datang, keduanya tampak kompak mengenakan kaos warna hijau tua bertuliskan "I Love Jogja".

Rangkaian acara malam itu, diawali dengan penyematan pin bendera merah putih kepada kedua pasangan. Mereka disematkan pin merah putih sebagai simbol agar tetap membawa semangat cinta kepada tanah air saat meninggalkan Indonesia.

Acara Angkringan Keistimewaan itu digelar juga sebagai rangkaian acara perpisahan dengan keduanya. Setelah itu Jeng Reni dan Mas Ubi akan meninggalkan Yogyakarta sebab akan meneruskan studi ke Inggris.

"Kami pamit belajar ke Inggris dan semoga saat pulang sudah membawa momongan,"ujar Jeng Reni akhir pekan lalu.

Malam itu, Jeng Reni dan Ubay juga diminta untuk mengungkapkan kisah asmara mereka hingga sampai kursi pelaminan. Ubay dengan tegas mengaku mengungkapkan perasaan kepada Jeng Reni setelah tiga bulan mengenal secara intens di Jakarta.

"Saya bilang tidak mencari pacar tetapi mencari istri. Waktu itu saya bilang seperti itu dan itu melalui proses hingga pernikahan,"kata Ubay sambil tersenyum.

Awalnya memang tidak ada perasaan terhadap Jeng Reni, kata Ubay, namun karena intens bertemu selama beberapa bulan akhirnya timbul perasaan cinta kepada Jeng Reni.
Ubay juga mengaku tidak kepikiran akan menikahi putri raja, baginya, pernikahannya dengan Jeng Reni seperti mimpi.

Begitu pula dengan Jeng Reni, saat Ubay menyatakan ingin mencari istri, dirinya mengaku tidak langsung menerima permintaan dari Ubay. Saat itu dia mengatakan jika memang berjodoh dan bisa menjalani long distance untuk sementara waktu. "Namun akhirnya bisa melalui prosesnya hingga pelaminan,"ujarnya.

Acara terasa penuh canda tawa, apalagi dipandu oleh Gareng Rakasiwi dan Jonet yang pandai mengolah kata hingga para tamu undangan terhibur. Selain itu, warga yang datang dibebaskan untuk bertanya kepada Jeng Reni dan Ubay. (*)
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved