Dinkes Banyumas Akan Latih 40 Pedagang Jajanan Sekolah
Menekan peredaran jajanan sekolah tak sehat, Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah berencana melatih 40 pedagang jajanan
Tayang:
Editor:
ufi
TRIBUNJOGJA.COM, PURWOKERTO - Menekan peredaran jajanan sekolah tak sehat, Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah berencana melatih 40 pedagang jajanan. Mereka akan diajari membuat dan memasarkan masakan yang sehat dan bersih.
"Dinas akan memberikan pelatihan kepada 40 pedagang jajanan disekolah. Berupa pelatihan bahan makanan, kebersihan, bebas bahan kimia yang dilarang seperti borax, formalin, dan rhodamin B," kata Kadinkes Banyumas, dokter Widayanto, Selasa (10/1/2012).
Pada 2011 lalu, Dinkes Banyumas telah mengambil 15 sampel jajanan anak secara sampling di sekolah Kabupaten Banyumas. Hasilnya sebanyak 73,3 mengandung bakteri berbahaya, seperti bakteri e-coli yang bisa menyebabkan diare.
Sebanyak 26,6 persen sampel makanan yang dikirim ke Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Semarang mengandung pewarna rhodamin atau pewarna yang biasa digunakan untuk tekstil. Diantaranya adalah kerupuk untuk campuran soto.
Dari tes tersebut didapati Jenis makanan yang tidak sehat antara lain bakso-baksoan seperti cilok atau makanan sejenis mie karena terlalu banyak pewarna. (*)