Pemkot Solo Kapok Bangun Pasar Bertingkat
Keluhan sejumlah pedagang pasar membuat Pemkot Solo sadar
Tayang:
Penulis: Ikrob Didik Irawan | Editor: ufi
TRIBUNJOGJA.COM -Setelah mendapatkan keluhan dari para pedagang, Pemkot Solo akhirnya tak akan membangun pasar tradisional dengan konsep dua lantai.
Beberapa pasar yang akan dilakukan revitalisasi tahun 2012 ini akan dikonsep satu lantai, sesuai permintaan pedagang. Tahun ini, Pemkot sudah menganggarkan Rp 23,9 miliar untuk melakukan revitalisasi.
Kepala Dinas Pengelola Pasar (DPP) Subagiyo mengatakan, saat ini desain teknis (DED) revitalisasi beberapa pasar telah diselesaikan seiring tersedianya dana di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2012.
“Pemkot sepakat untuk tak membangun pasar dengan konsep bertingkat. Sebab, banyak pedagang yang mengeluh dagangannya sepi. Bangunan nanti akan didesain satu lantai saja,” terangnya Sabtu (8/1) lalu.
Menurut Subagiyo, dana Rp 23,9 miliar tersebut akan digunakan untuk melakukan revitalisasi tiga pasar tradisional. Ketiga pasar tersebut adalah Pasar Depok, Pasar Turisari dan Pasar Kliwon.
Di ketiga pasar inilah yang akan dibangun satu lantai, tak seperti pasar-pasar sebelumnya yang telah disulap menjadi dua lantai saat direvitalisasi.
“Setiap pasar mendapatkan jumlah dana berbeda-beda. Besar kecil dana yang diberikan sudah sesuai berbagai pertimbangan,” katanya lagi.
Subagiyo melanjutkan, Pasar Turisari mendapat bantuan dari pemerintah pusat Rp 5 miliar dengan pendampingan APBD Rp 1,7 miliar. Sedang Pasar Depok mendapat Rp 10,2 miliar dari APBD, dan Pasar Kliwon Rp 7 miliar secara bertahap di APBD murni Rp 4 miliar dan di perubahan Rp 3 miliar.
“Pedagang tak perlu cemas. Akan dibangun satu lantai seperti permintaan mereka,” ujarnya. (*)
Beberapa pasar yang akan dilakukan revitalisasi tahun 2012 ini akan dikonsep satu lantai, sesuai permintaan pedagang. Tahun ini, Pemkot sudah menganggarkan Rp 23,9 miliar untuk melakukan revitalisasi.
Kepala Dinas Pengelola Pasar (DPP) Subagiyo mengatakan, saat ini desain teknis (DED) revitalisasi beberapa pasar telah diselesaikan seiring tersedianya dana di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2012.
“Pemkot sepakat untuk tak membangun pasar dengan konsep bertingkat. Sebab, banyak pedagang yang mengeluh dagangannya sepi. Bangunan nanti akan didesain satu lantai saja,” terangnya Sabtu (8/1) lalu.
Menurut Subagiyo, dana Rp 23,9 miliar tersebut akan digunakan untuk melakukan revitalisasi tiga pasar tradisional. Ketiga pasar tersebut adalah Pasar Depok, Pasar Turisari dan Pasar Kliwon.
Di ketiga pasar inilah yang akan dibangun satu lantai, tak seperti pasar-pasar sebelumnya yang telah disulap menjadi dua lantai saat direvitalisasi.
“Setiap pasar mendapatkan jumlah dana berbeda-beda. Besar kecil dana yang diberikan sudah sesuai berbagai pertimbangan,” katanya lagi.
Subagiyo melanjutkan, Pasar Turisari mendapat bantuan dari pemerintah pusat Rp 5 miliar dengan pendampingan APBD Rp 1,7 miliar. Sedang Pasar Depok mendapat Rp 10,2 miliar dari APBD, dan Pasar Kliwon Rp 7 miliar secara bertahap di APBD murni Rp 4 miliar dan di perubahan Rp 3 miliar.
“Pedagang tak perlu cemas. Akan dibangun satu lantai seperti permintaan mereka,” ujarnya. (*)