Car Free Day Jalan Juanda
Masih Sepi Pengunjung
Car free day di Jalan Juanda masih sepi pengunjung
Tayang:
Penulis: Ikrob Didik Irawan | Editor: ufi
TRIBUNJOGJA.COM, SOLO -Setelah diresmikan pada 25 September 2011 lalu, hingga awal tahun 2012 ini jalur Car Free Day (CFD) kedua yakni Jalan Ir Juanda masih sepi warga.
Ribuan warga Solo masih terpusat di Jalan Slamet Riyadi untuk menikmati CFD setiap akhir pekan. Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Pemkot Solo menilai, hal itu terjadi karena CFD Ir Juanda belum menemukan ciri khasnya.
“Kalau saya amati, CFD Ir Juanda masih sepi karena belum menemukan ciri khasnya seperti yang ada di Slamet Riyadi. Tahun ini akan kita cari formulanya agar ramai, masyarakat akan kita dorong,” terang Kepala Dishubkominfo Yosca Herman Soedrajat, Minggu (8/1/2012). Jika menilik CFD Slamet Riyadi, maka butuh waktu minimal setahun agar bisa ramai oleh berbagai aktivitas warga. Namun Yosca tak akan memaksakan konsep pada masyarakat. Melainkan biar masyarakat di sepanjang Jalan Ir Juanda sendiri yang akan menentukan. Pemkot hanya bertindak sebagai pendukung saja, misalnya dalam hal promosi. “Sejauh ini, yang paling menonjol disana adalah kearifan lokalnya. Setiap Minggu selalu ada musik keroncong dan musik tradisional lainnya. Mungkin ini yang akan dikembangkan,” terangnya lagi. Jika melihat pengunjung yang datang, lanjut Yosca, kebanyakan yang datang di CFD Slamet Riyadi adalah golongan ekonomi menengah ke atas. Sementara di CFD jalan Ir Juanda pengunjung kebanyakan berasal dari ekonomi menengah ke bawah. Hal ini lah yang membuat CFD Slamet Riyadi lebih ramai karena banyaknya berbagai komunitas yang berkumpul. “Nanti (Ir Juanda) akan kita dukung dengan dana Agar kearifan lokal bisa benar-benar tampak ” ujarnya
Ribuan warga Solo masih terpusat di Jalan Slamet Riyadi untuk menikmati CFD setiap akhir pekan. Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Pemkot Solo menilai, hal itu terjadi karena CFD Ir Juanda belum menemukan ciri khasnya.
“Kalau saya amati, CFD Ir Juanda masih sepi karena belum menemukan ciri khasnya seperti yang ada di Slamet Riyadi. Tahun ini akan kita cari formulanya agar ramai, masyarakat akan kita dorong,” terang Kepala Dishubkominfo Yosca Herman Soedrajat, Minggu (8/1/2012). Jika menilik CFD Slamet Riyadi, maka butuh waktu minimal setahun agar bisa ramai oleh berbagai aktivitas warga. Namun Yosca tak akan memaksakan konsep pada masyarakat. Melainkan biar masyarakat di sepanjang Jalan Ir Juanda sendiri yang akan menentukan. Pemkot hanya bertindak sebagai pendukung saja, misalnya dalam hal promosi. “Sejauh ini, yang paling menonjol disana adalah kearifan lokalnya. Setiap Minggu selalu ada musik keroncong dan musik tradisional lainnya. Mungkin ini yang akan dikembangkan,” terangnya lagi. Jika melihat pengunjung yang datang, lanjut Yosca, kebanyakan yang datang di CFD Slamet Riyadi adalah golongan ekonomi menengah ke atas. Sementara di CFD jalan Ir Juanda pengunjung kebanyakan berasal dari ekonomi menengah ke bawah. Hal ini lah yang membuat CFD Slamet Riyadi lebih ramai karena banyaknya berbagai komunitas yang berkumpul. “Nanti (Ir Juanda) akan kita dukung dengan dana Agar kearifan lokal bisa benar-benar tampak ” ujarnya