Tanah Longsor Kepung Empat Kecamatan
Hujan deras yang mengguyurKulonprogo pada Minggu (1/1) siang hingga malam mengakibatkan tanah longsor di belasan titik di empat kecamatan.
Penulis: Hari Susmayanti | Editor: ufi
TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO - Hujan deras yang mengguyur wilayah Kulonprogo pada Minggu(1/1/2012) siang hingga malam mengakibatkan tanah longsor di belasan titik di empat kecamatan.
Titik-titik longsor ini tersebar di empat kecamatan di antaranya, Kecamatan Samigaluh tersebar di Desa Sidoharho sebanyak 4 titik, Gerbosari 3 titik, Kecamatan Kalibawang tersebar di tiga titik yakni Dusun Promasan, Dlingseng dan Semawung, Kecamatan Girimulyo di Dusun Banjaran, Dusun Kepundung,Dusun Muten, dan Banyunganti , Kecamatan Kokap di Desa Kalirejo.
Bencana tanah longsor ini tidak mengakibatkan korban jiwa namun lima rumah dan satu mushola di Kecamatan Girimulyo dan Samigaluh ambruk serta menimbun belasan hewan ternak milik warga.Dua rumah ambruk terletak di Dusun Nyemani, Desa Sidoharjo, Kecamatan Samigaluh yakni milik Marto Satari, Samiyo Kadir serta mushola SD Madigondo Wetan. Sedangkan di Kecamatan Girimulyo, material tanah juga menghancurkan rumah milik Tono di Dusun Banjaran, Paiman di Dusun Kepundung, Desa Giripurwo, Pardi di Dusun Muten Desa Pendowoharjo dan rumah milik Wiyanti di Dusun Banyunganti, Desa Jatimulyo. selain itu bencana longsor juga menyebabkan akses jalan kabupaten di desa Sidorejo tertutup.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah(BPBD) Kulonprogo, Untung Waluyo mengatakan hingga saat ini pihaknya masih melakukan pendataan jumlah titik longsoran. Dari data yang sudah masuk ke BPBD, jumlah titik longsoran di seluruh Kulonprogo mencapai belasan yang tersebar di Kecamatan Samigaluh, Kalibawang, Girimulyo, dan Kokap.
“Jumlahnya mencapai belasan titik namun masih bisa bertambah lagi karena saat ini kami sedang melakukan pendataan,”katanya saat dihubungi wartawan, Senin(2/1).
Hingga saat ini, BPBD belum bisa menaksir kerugian yang ditimbulkan oleh bencana ini. BPBD sudah mengkoordinasikan dengan dinas-dinas terkait untuk menghitung kerugian serta mengirimkan bantuan logistik. (*)