Lima Rumah dan Satu Masjid Rata Dengan Tanah
Sebanyak lima rumah dan satu masjid di lereng pegunungan Menoreh tertimbun tanah longsor yang terjadi Minggu (1/1/2012) malam
Tayang:
Penulis: had | Editor: ufi
TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG- Sebanyak lima rumah dan satu masjid di lereng pegunungan Menoreh rata dengan tanah setelah tertimbun tanah longsor yang terjadi Minggu (1/1/2012) malam. Longsor ini juga menyebabkan jalan antarkecamatan terputus di empat titik.
Empat rumah yang tertimbun tanah terletak di Dusun Selorejo, Desa Ngargoretno, Kecamatan Salaman Kabupaten Magelang yakni milik Metta Pawiro, Sukirman, Kasan Pawiro, dan Muntholip. Satu rumah lagi terletak di Dusun Sumbersari, Desa Ngargoretno yakni milik Sumarno. Di Sumbersari ini sebuah masjid juga rusak parah tertimbun material longsor.
Longsor ini diduga disebabkan hujan deras yang selama tiga hari terakhir mengguyur kawasan perbukitan Menoreh. "Awalnya hanya longsor kecil-kecil, namun hujan deras membuat tanah labil sehingga menyebabkan longsor besar," kata relawan GP Ansor Soim, yang rumahnya ikut menjadi korban tanah longsor.
Menurut Soim satu ekor sapi di Desa Ngargoretno bahkan sempat terseret longsoran sejauh dua kilo meter dan satu ekor lagi melarikan diri ke hutan. Sebanyak tiga ekor sapi di Desa Giripurno, Kecamatan Borobudur juga dikabarkan tewas tertimbun longsor.
Kepala Dusun Selorejo Samsudin mengatakan warga yang menjadi korban longsor kini mengungsi ke rumah tetangganya yang dinilai aman. Warga tidak berani membangun rumah di lokasi sama karena khawatir longsor susulan. "Longsor susulan masih berpeluang terjadi mengingat tanah sangat labil. Saat ini sudah terdeteksi puluhan titik longsor," kata Samsudin, Senin (2/1/2012).
Kepala Desa Ngargoretno, Wicaksana mengatakan, bahwa selain enam bangunan yang rata dengan tanah, di desanya juga ada belasan rumah yang terkena longsoran kecil. Longsoran ini memang baru menimpa sebagian rumah namun longsor susulan masih mungkin terjadi lagi.
Menurut Wicaksana akses menuju ke desanya untuk kendaraan bermotor sama sekali tidak bisa karena adanya empat titik longsor yang menutup jalan. Jalan yang menghubungkan Kecamatan Salaman dan Kecamatan Borobudur ini tertimbun tanah setinggi 2-3 meter dengan panjang 30 meter.
Ia berharap pemerintah bersedia menurunkan alat berat untuk membuka akses transportasi warga. "Warga kami hanya bisa berjalan kaki untuk bisa keluar masuk desa," kata Wicaksana di sela-sela kerja bakti memperbaiki akses jalan yang rusak.
Dikatakan bahwa ada lima dusun yang kesulitan akses transportasi yakni warga Wonokerto, Sumbersari, Selorejo, Tegal Ombo, dan Karangsari. "Yang parah kondisinya adalah warga Selorejo dan Sumbersari," jelasnya. (*)