Korban Banjir Menanti Bantuan

Hingga Senin (2/1/2012) air masih menggenang di rumah warga dibeberapa daerah di Kota Solo

Tayang:
Penulis: Ikrob Didik Irawan | Editor: ufi
TRIBUNJOGJA.COM, SOLO- Hingga Senin (2/1/2012) air masih menggenang di rumah warga dibeberapa daerah di Kota Solo. Akibatnya, warga pun harus mengungsi di tenda-tenda pengungsian yang dibangun seadanya. Mereka mengharapkan bantuan karena harta benda ikut terendam air lantaran tak sempat diselamatkan.

Mariyem, warga RT 1 RW 3 yang rumahnya terendam air setinggi leher orang dewasa mengaku tak punya uang lagi untuk membeli makan dan keperluan hidup sehari-hari. Barang yang ia bawa hanya sejumlah pakaian di lemari dan yang melekat di badan saja. Ia pun mengharapkan bantuan dari Pemkot atau pihak lain untuk bertahan hidup selama di tenda pengungsian bersama warga lain. 

"Sudah tak punya apa-apa lagi. Saya dan warga lain berharap ada bantuan nasi bungkus untuk makan. Sebab, dari pagi tadi kami baru makan sekali saja," katanya menggunakan nada bicara lirih. 

Di Dusun Putat, Kelurahan Kampung Sewu, Kecamatan Jebres, tempatnya tinggal, ada sekitar 265 Kepala Keluarga (KK) yang harus meninggalkan rumah mereka karena terkana luapan Bengawan Solo.

Di Kampung Sewu, ada empat tenda pengungsian yang didirikan warga. Namun belum terlihat adanya dapur umum untuk menyuplai logistik warga. Hanya ada sejumlah petugas medis dari PMI Solo yang memeriksa kesahatan warga dan memberikan obat. Menurut Mariyem, sejak terjadinya banjir pada Minggu tengah malam, belum ada bantuan pemkot yang masuk.

 "Tenda bantuan saat banjir 2007 ini juga didirikan warga secara mandiri," katanya lagi.

Partono, warga lainnya mengatakan, saat ini warga membutuhkan alat-alat mandi, pakaian layak, dan selimut. Selain makanan, yang paling mendesak pakaian layak pakai. Karena sebagain besar warga pakaiannya masih berada di rumah dan terendam banjir karena tak sempat diselamatkan. 

"Warga sangat terbuka jika ingin memberikan bantuan di tenda pengungsian," terangnya.

Lurah Sewu, Agung Riyadi mengatakan, pihaknya sejak malam sudah menerjunkan petugas Linmas dan bantuan dari Solo Rescue. Pihaknya pun meminta secepatnya didirikan tenda yang terpal sebanyak empat buah di tanggul sepanjang Putat, karena di kawasan itu paling parah. "Nasi bungkus pun kami berikan 600 bungkus kok, itu saat pagi," ujarnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved