Glenn Jadi Produser Film

Ingin mengeksplorasi bakatnya di luar dunia tarik suara, penyanyi Glenn Fredly berencana menjadi produser

Tayang:
Penulis: Ikrob Didik Irawan | Editor: ufi
TRIBUNJOGJA.COM, SOLO- Ingin mengeksplorasi bakatnya di luar dunia tarik suara, penyanyi Glenn Fredly berencana menjadi produser. Tahun ini, mantan suami Dewi Sandra ini akan membuat film bertema sepak bola. Film itu menyampaikan pesan sosial yang sangat tinggi, terutama mengangkat masyarakat Indonesia Timur.

"Tahun 2012, saya akan menjadi produser film. Film yang akan saya buat adalah kisah nyata anak muda dari Maluku yang merantau ke Jakarta untuk sebuah pertandingan sepak bola," terangnya saat ditemui di The Sunan Hotel untuk mengisi malam tahun baru, Minggu (1/1) lalu. 

Film itu rencananya akan diberi judul Cahaya Dari Timur. Sedikit membocorkan filmya itu, Glenn menuturkan syutting akan mengambil setting saat Maluku diguncang kerusuhan beberapa waktu lalu. Di tengah suasana serba kacau dan memanas, ada sekelompok anak muda asal Maluku yang berangkat ke Jakarta untuk mengikuti kejuaraan sepak bola di bawah usia 15 tahun. Mereka berangkat dengan diiringi tekad menjadikan sepak bola sebagai misi perdamaian.

Pada kejuaran itu, tim sepak bola asal Maluku tadi berhasil melaju ke partai final dan bertemu dengan tim dari Jakarta. Partai final yang disiarkan secara langsung oleh stasiun TVRI , mampu membuat warga Ambon sejenak melupakan permusuhan dan kerusuhan. 

"Seluruh masyarakat Maluku lupa dengan kerusuhan. Mereka beramai-ramai menonton siaran langsung. Bukti bahwa sepak bola bisa meluruhkan segalanya," terangnya.

Dalam film yang syutingnya akan dimulai Mei 2012 tersebut, Glen bekerja sama dengan sutradara Angga Sasongko dan penulis skenario Andy Bachtiar. Untuk pemain, hampir separuh berasal dari Maluku dan separuhnya lagi dari Jakarta. Termasuk lokasi syutingnya antara Ambon dan Jakarta. 

Targetnya, pada liburan akhir tahun 2012 nanti, film tersebut sudah bisa tayang di bioskop-bioskop di Tanah Air. "Film ini mengangkat budaya Indonesia Timur karena ada nilai-nilai local wisdom yang disisipkan," ujarnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved