Early Warning Banjir Bengawan Solo Rusak
Alat early warning banjir berupa sirene yang dipasang di tepi sungai Bengawan Solo di Dusun Putat, Kelurahan Sewu, Kecamatan Jebres usak
Tayang:
Penulis: Ikrob Didik Irawan | Editor: ufi
TRIBUNJOGJA.COM, SOLO- Alat early warning banjir berupa sirene yang dipasang di tepi sungai Bengawan Solo di Dusun Putat, Kelurahan Sewu, Kecamatan Jebres mengalami kerusakan.
Pada banjir Minggu (1/1) malam lalu, alarm yang mengeluarkan suara keras tanda warga harus segera mengungsi itu hanya menyala sekitar lima menit saja.
Bintoro, petugas penjaga alarm mengatakan, jika alarm dijaganya itu hanya berbunyi sekitar lima menit tepat saat terjadinya banjir pada Minggu (1/1) tengah malam. Padahal jika kondisi alarma baik, alarm yang berada di tepi Bengawan Solo itu seharusnya menyala lebih lama. Kondisi ini jelas sangat mengkhawatirkan jika banjir tiba-tiba datang sementara nyala alarm sebagai tanda hanya sebentar.
"Pas banjir semalam (kemarin) alarm hanya menyala sekitar lima menit, setelah itu tak menyala lagi. Mungkin mengalami kerusakan, tapi belum dicek. Kalau kondisinya baik, biasanya alarm akan menyala sampai listrik di aki habis," terangnya, Selasa (2/1/2011).
Minggu malam sekitar pukul 22.00, lampu hijau menyala pada alat early warning itu. Karena air permukaan air Bengawan Solo terus naik, beberapa saat kemudian menyala lampu kuning yang diikuti suara sirine yang cukup keras. "Biasanya kalau sirine berbunyi, warga akan bersiap-siap untuk mengungsi. Tapi kalau sirine hanya menyala sebentar, tentu fungsi peringatan dini banjir menjadi tak efektif," ujar Bintoro lagi.
Saat ini lanjutnya, alarm masih terendam air dan belum bisa di cek. Sehingga jenis kerusakan apa yang terjadi belum bisa diketahui. Namun ia memastikan jika sebelum terjadinya banjir, alarm itu dalam kondisi baik. Sebab, beberapa bulan lalu aki yang sebelumnya rusak telah diganti. Selain itu, saat banjir pada malam Natal lalu, alarm juga berfungsi baik. (*)