Teh Goreng Turgo Khas Lereng Merapi

Digoreng untuk Mempercepat Proses Pengeringan

Tukirah, pembuat Teh Goreng Turgo memaparkan, minuman teh ini terbuat dari pucuk daun teh yang diolah dengan cara digoreng

Tayang:
Penulis: Mona Kriesdinar | Editor: ufi
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN- Tukirah, seorang pembuat Teh Goreng Turgo memaparkan, sebagaimana namanya, minuman teh ini terbuat dari pucuk daun teh yang diolah dengan cara digoreng dengan tujuan untuk mencapai kadar air yang minimal. 

Urutannya, tiga helai daun teh yang sudah dipetik ini dilayukan terlebih dahulu. 
Dalam proses ini, daun teh akan mengalami penurunan kadar air sehingga tampak menjadi layu. Layu yang dimaksud disini, yakni daun teh menjadi berwarna kekuningan namun tidak mengering. Ditandai dengan batang yang menjadi lentur akibat hilangnya kadar air. Setelah itu, daun teh akan digiling lantas dikeringkan lagi sehingga kadar air bisa semakin berkurang. 

Selama ini, pengeringan dilakukan dengan cara dijemur di bawah terik matahari. Waktunya bisa memakan hingga satu hari lamanya tergantung dari terik dan tidaknya matahari. Namun terkadang harus lebih lama lantaran belakangan ini cuaca kurang mendukung.

Setelah berhasil dikeringkan, barulah memasuki tahapan penggorengan. "Menggoreng disini istilahnya disangrai, yaitu digoreng tanpa minyak," jelasnya. (*)


Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved