LNG Tangguh Nama Pemberian Pak Harto

Sejak pengapalan pertama Juli 2009, LNG Tangguh telah mengirim gas alam cair sebanyak 189 kargo kapal tanker ke negara tujuan ekspor.

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - BP, perusahaan kontraktor minyak dan bumi Inggris, menjadikan Lapangan Gas Tangguh, Papua Barat, sebagai bisnis inti perseroan. Nama Tangguh ternyata berasal dari Presiden Soeharto tahun 1994.

"Pak Harto ingin agar sumberdaya alam ini tangguh," ujar Manajer Lapangan LNG Tangguh, Ezhar Manaf ,saat menerima wartawan di Kantor LNG Tangguh di Desa Tanah Merah, Distrik Sumuri, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, Selasa (13/12/2011).

Sejak pengapalan pertama Juli 2009, LNG Tangguh telah mengirim gas alam cair sebanyak 189 kargo kapal tanker ke negara tujuan ekspor, yaitu China, Korea Selatan, Jepang, dan Amerika Utara.

BP mengajak sejumlah wartawan untuk meninjau lokasi anjungan gas di perairan Teluk Bintuni dan kilang pengolahan gas alam cair yang terletak di Desa Tanah Merah.

Dari Jakarta, untuk menuju ke lokasi, rombongan menggunakan pesawat Garuda Indonesia Senin malam ke Biak selama lima jam. Dari Biak menggunakan pesawat baling baling Dash milik Travira Air selama sejam ke Bandara Babo (Teluk Bintuni). Kemudian dari Babo perjalanan dilanjutkan dengan kapal cepat sejam.

Tangguh LNG adalah salah satu tiga penghasil utama (hub) LNG di Indonesia bersama Arun di Aceh dan Bontang di Kalimantan Timur. Dari sisi jumlah kilang gas alam cair (train), terbesar adalah LNG Bontang yang punya delapan kilang, LNG Arun enam kilang, dan LNG Tangguh dua kilang.

Manajer Strategi dan Urusan Umum BP Indonesia Desy Unidjaja menjelaskan, saat ini BP telah berinvestasi 7 miliar dollar AS. Selain itu BP juga berkomitmen menambah investasi 10 miliar dollar AS untuk 10 tahun ke depan. Investasi tersebut digunakan untuk pengembangan eksplorasi di Indonesia Timur. (*)

Editor: jun
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved