Breaking News:

Jangan Lupa Pakai Lerak untuk Cuci Batik

Jangan Lupa Pakai Lerak untuk Cuci Batik

Laporan Wartawan Tribun Jogja, Theresia T. Andayani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – Apabila ingin mencuci batik hindarilah detergen, tapi pergunakanlah bahan alami yang disebut lerak. Sebab kealamian lerak dapat membuat awet warna batik. Lerak adalah tumbuhan yang dikenal karena kegunaan bijinya yang dipakai sebagai deterjen tradisional. Batik biasanya dianjurkan untuk dicuci dengan lerak karena dianggap sebagai bahan pencuci paling sesuai untuk menjaga kualitasnya (warna batik).
 
Biji lerak mengandung saponin, suatu alkaloid beracun, saponin inilah yang menghasilkan busa dan berfungsi sebagai bahan pencuci, dan dapat pula dimanfaatkan sebagai pembersih berbagai peralatan dapur, dan lantai. Bahkan memandikan dan membersihkan binatan peliharaan. Kandungan racun biji lerak juga bisa digunakan sebagai insektisida. Kulit buah lerak dapat digunakan sebagai wajah untuk mengurangi jerawat dan kudis.
 
Berikut cara mencuci batik menggunakan lerak.  Keringkan buah lerak, kemudian ditumbuk halus dan dicampur air hangat. Larutan ini dapat digunakan untuk merendam batik selama semalam. Pencucian batik dengan ekstra buah lerak terbukti mampu mempertahankan kualitas kain seperti saat dibuat.
 
Adapun lerak yang dijual dalam kemasan botolan berisi cairan lerak. Cara memakainya tuangkan 1 takaran (tutup botol) cairan ke dalam setengah ember air, lalu aduk. Masukkan 3-4 lembar cucian, biarkan 5-10 menit kemudian cuci batik dengan gerakan lembut. Setelah itu bilas dengan air sampai bersih, sebaiknya tidak diperas. Setelah itu jemur di tempat yang teduh. Untuk lerak cair ini harga dipasaran berkisar 15-25 ribu tergantung banyaknya isi. (*).
 
Penulis: tea
Editor: rap
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved