Renovasi Stasiun Ambarawa Ganggu Penumpang
Stasiun Ambarawa yang sejak Juli 2011 lalu, dilakukan proses renovasi sampai saat ini belum bisa dibuka untuk umum
Penulis: ptt | Editor: Joko Widiyarso
Laporan Wartawan Tribun Jogja, Puthut Ami Luhur
TRIBUNJOGJA.COM, SEMARANG - Stasiun Ambarawa yang sejak Juli 2011 lalu, dilakukan proses renovasi sampai saat ini belum bisa dibuka untuk umum, sesuai yang dinyatakan oleh Kepala Stasiun setempat, Eko Sri Mulyanto.
"Saat ini, proses pengaspalan di halaman depan dan pembuatan gapura sehingga jika dibuka untuk umum dikhawatirkan para pengunjung terganggu dengan perbaikan-perbaikan yang sedang dikerjakan," kata Eko, saat dihubungi Tribun Jogja, di Semarang, Minggu (6/11/2011).
Menurut Eko, stasiun tua peninggalan Belanda yang dijadikan museum kereta api itu, kemungkinan baru kembali dibuka untuk umum pada Mei 2012 nanti setelah semua proses perbaikan usai.
"Perbaikan belum menyentuh sampai pada bangunan stasiun, sementara baru pada depo kereta yang terletak pada bagian paling depan," jelas Eko.
Beberapa proses syuting yang sedianya dilakukan di stasiun Ambarawa, lanjut Eko direkomendasikan untuk menggunakan stasiun lainnya misalnya stasiun Tuntang yang juga termasuk peninggalan Belanda tidak jauh dari Rawa Pening, Kabupaten Semarang, Jateng.
"Untuk syuting film autobiografi Soegijapranata, masih bisa dilakukan di bagian dalam stasiun karena tidak ada pergerakan kereta api meski pihak pembuat film meminta bagian yang sedang diperbaiki untuk ditutup sementara waktu," bebernya. (*)
TRIBUNJOGJA.COM, SEMARANG - Stasiun Ambarawa yang sejak Juli 2011 lalu, dilakukan proses renovasi sampai saat ini belum bisa dibuka untuk umum, sesuai yang dinyatakan oleh Kepala Stasiun setempat, Eko Sri Mulyanto.
"Saat ini, proses pengaspalan di halaman depan dan pembuatan gapura sehingga jika dibuka untuk umum dikhawatirkan para pengunjung terganggu dengan perbaikan-perbaikan yang sedang dikerjakan," kata Eko, saat dihubungi Tribun Jogja, di Semarang, Minggu (6/11/2011).
Menurut Eko, stasiun tua peninggalan Belanda yang dijadikan museum kereta api itu, kemungkinan baru kembali dibuka untuk umum pada Mei 2012 nanti setelah semua proses perbaikan usai.
"Perbaikan belum menyentuh sampai pada bangunan stasiun, sementara baru pada depo kereta yang terletak pada bagian paling depan," jelas Eko.
Beberapa proses syuting yang sedianya dilakukan di stasiun Ambarawa, lanjut Eko direkomendasikan untuk menggunakan stasiun lainnya misalnya stasiun Tuntang yang juga termasuk peninggalan Belanda tidak jauh dari Rawa Pening, Kabupaten Semarang, Jateng.
"Untuk syuting film autobiografi Soegijapranata, masih bisa dilakukan di bagian dalam stasiun karena tidak ada pergerakan kereta api meski pihak pembuat film meminta bagian yang sedang diperbaiki untuk ditutup sementara waktu," bebernya. (*)