Teroris Beraksi di Solo
Wisatawan Asing Tak Khawatirkan Solo
Rombongan turis Belanda berjumlah sekitar 30 orang, menikmati kunjungan di Pura Mangkunegaran tanpa rasa khawatir yang berlebihan.
TRIBUNJOGJA.COM, SOLO - Para wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Kota Solo, Jawa Tengah, mengaku tidak khawatir mengenai tragedi bom bunuh diri yang terjadi pada Minggu (25/9/2011) lalu.
Hingga kini juga belum terjadi pembatalan kunjungan wisatawan, kegiatan seni, budaya, maupun pertemuan dan konferensi yang sudah terjadwal.
Pada hari Selasa (27/9/2011) ini, rombongan turis dari Belanda berjumlah sekitar 30 orang, nampak menikmati kunjungan di Pura Mangkunegaran tanpa rasa khawatir yang berlebihan.
Mereka menyambangi setiap sudut ruang Mangkunegaran yang menyimpan sejumlah koleksi benda pusaka, seperti keris dan kereta kencana.
Sebagian rombongan itu sebelumya telah mengetahui informasi tentang bom bunuh diri dari media internet, serta pemberitahuan dari pemandu wisata mereka. Meski demikian, Arthur, salah satu wisatawan asal Belanda, mengaku tidak takut.
Arthur juga menanggapi travel advisory pemerintah Inggris, yang menyarankan warga negaranya tidak mengunjungi Indonesia.
"Saya pikir peringatan yang dikeluarkan terlalu cepat untuk sebuah peristiwa yang terjadi di Solo," kata Arthur.
Anggota rombongan yang lain, Richard, juga mengaku tidak khawatir. Setelah dari Solo, rombongan itu akan meluncur ke Batu, Jawa Timur. Dia juga mengatakan perlu ada solusi untuk mengakhiri kekerasan di Indonesia .
Suparman (52) , penerima tamu di Mangkunegaran, mengatakan bahwa tragedi bom bunuh diri belum memberikan dampak negatif pada kedatang tamu di tempat tersebut. " Agen-agen perjalanan dapat meyakinkan pada tamu bahwa Solo aman dikunjungi," kata Suparman.
Menurut dia, belum ada pembatalan jadwal kedatangan tamu mancanegara yang sebagaian besar berangkat dari Yogyakarta, sebelum berkunjung ke Mangkunegaran.
Wali Kota Solo, Jawa Tengah, Joko Widodo, memastikan aktivitas pariwisata di Kota Solo jalan terus . Hingga kini, ia mengaku belum menerima laporan adanya calon wisatawan atau tamu yang membatalkan rencana kunjungan mereka ke Kota Solo.
Berbagai kegiatan dipastikan tetap berjalan sesuai rencana. Dalam waktu dekat di Kota Solo akan berlangsung beberapa acara seperti Asian Parliamentary Assembly Conference (28-29 September), Solo Keroncong Festival 2011 (29-30 September), Wayang Bocah, Teater Jawa, Solo Grafiti Movement, hingga Festival Kuliner yang akan berl angsung pada bulan Oktober 2011.
Joko juga mengatakan tidak khawatir, dengan imbauan yang dikeluarkan oleh pemerintah Inggris.
Pemerintah Kota Solo akan mengadakan karnaval, untuk menyambut peserta konferensi APA dari 41 negara, pada Rabu (28/9/2011).
Hingga kini, sudah ada 1.665 orang yang terdaftar akan mengikuti pawai. Mereka berasal dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga seniman dan budayawan, yang ingin menyatakan bahwa Kota Solo tetap aman dan damai. (*)