Teroris Beraksi di Solo
Hayat Ajak Tetangga Ikut Pengajian
Warga pernah didatangi satu per satu, diajak pengajian. Tetapi mereka menolak, karena perilaku dan cara penyampaian Hayat meragukan.
TRIBUNJOGA.COM, CIREBON, - Beberapa warga Jalan Pandesan, Kota
Cirebon, Jabar, pernah menolak ajakan pengajian oleh kelompok Hayat (31), buron
kasus bom Cirebon yang juga diduga sebagai pelaku bom bunuh diri di
Solo, Jawa Tengah. Sejak tahun 2001, Hayat cenderung bersikap
ekstrem.
"Rumah warga di sini didatangi satu per satu untuk diajak pengajian kelompoknya. Tetapi warga banyak menolak, karena perilaku dan cara penyampaian Hayat yang meragukan," kata Riska (28), salah satu warga Pandesan.
Dalam berpakaian, Hayat tampak biasa. Namun, untuk urusan beribadah, bapak satu anak itu dikenal tidak toleran.
Menurut Uni Sahroni (61), salah satu warga, ia sempat berdebat dengan Hayat mengenai ritual tahlil dan ajaran agama. "Siapapun yang tak sesuai pahamnya dianggap kafir," kata Uni.
Orangtuanya pun sudah tidak lagi menghiraukan Hayat, karena berbeda pandangan. "Orangtuanya kelihatan stres sejak dia jadi buron," kata Uni.(*)