Teroris Beraksi di Solo

Teror Bom Pukul Investasi dan Pariwisata

Teror bom akan meningkatkan risiko keamanan alias security risk dan akan semakin berbahaya kalau dibiarkan berlanjut.

Tayang:
Penulis: Victor Mahrizal | Editor: jun
Laporan Reporter Tribun Jogja, Victor Mahrizal

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA  - Teror bom yang berlanjut akan berdampak langsung kepada perekonomian. Kepala Pusat Informasi Penanaman Modal (PIPM) Yogyakarta, Irfan Noor Riza mengatakan stabilitas kemanan akan memberikan sentimen negatif para investor terhadap suatu negara.

"Ada dua hal yang akan terkena imbas langsung dari teror bom yakni pariwisata dan investasi," ujar Irfan, saat dihubungi Tribun Jogja melalui telefon selulernya, Senin (26/9/2011).

Menurutnya, teror bom akan meningkatkan risiko keamanan alias security risk dan akan semakin berbahaya kalau dibiarkan berlanjut. Sudah pasti, lanjut Irfan teror bom tersebut juga akan meningkatkan keresahan masyarakat.

"Dengan adanya keresahan maka persepsi investor juga berpengaruh untuk menanamkan investasinya, sentimen negatif itu muncul sehingga mereka memilih wait and see," katanya.

Tidak dapat dinafikan, lanjut Irfan, bahawa pasar modal digerakkan oleh dua faktor yakni fundamental dan rumor. Apabila suatu negara dilanda ketidakstabilan keamanan maka investor tidak akan mengambil resiko untuk menanamkan modalnya, mereka akan cenderung menarik modal.

"Apalagi 60 persen pemegang saham di Indonesia adalah investor asing. Ini sangat tidak menguntungkan karena saat  mereka menarik investasi mereka harga saham akan anjlok," ujarnya.

Irfan mengingatkan bahwa indeks harga saham gabungan (IHSG) menjadi tolok ukur kekuatan ekonomi suatu negara, karena indeks menentukan kelayakan suatu negara, seperti untuk mendapatkan pinjaman luar negeri.

Sejauh ini Bank Indonesia (BI) mengungkapkan ledakan bom yang terjadi belakangan belum memengaruhi persepsi investor. Meskipun demikian agar tidak menimbulkan keadaan yang lebih buruk harus segera dicari solusi untuk menjaga kepercayaan investor.

Sementara Ketua Badan Promosi Pariwisata Kota Yogyakarta (BP2KY), Deddy Pranowo Eryono mengatakan teror bom akan sangat memengaruhi kunjungan wisata. Belum lagi jika negara-negara target wisatawan mengeluarkan travel warning ke Indonesia seperti yang pernah dialami Bali saat terjadinya bom Bali I dan II.

"Dampaknya terhadap pariwisata kita akan sangat merugikan, dimana turis akan mengurungkan niatnya kepada negara yang dilanda teror bom," jelasnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved