Teroris Beraksi di Solo
Puluhan Motor Jemaat Tertahan di GBIS Kepunton
Motor tersebut tak boleh diambil oleh sang pemilik karena polisi masih mensterilkan gereja.
Penulis: Ikrob Didik Irawan | Editor: jun
TRIBUNJOGJA.COM, SOLO - Lantaran masih tertutup rapat dan diberi garis polisi, puluhan motor milik jemaat GBIS Kepunton Solo masih tertahan di area parkir gereja. Motor tersebut tak boleh diambil oleh sang pemilik karena polisi masih mensterilkan gereja. Sejumlah pemilik motor pun harus menelan kecewa hingga polisi selesasi melakukan olah TKP.
Puluhan motor itu berjajar rapi persis di depan gereja, berada disisi barat dan timur teras. Tempat parkir itu tak luas, hanya seukuruan lapangan bulu tangkis. "Motor saya masih ada di dalam. Pas ledakan kemarin saya langsung keluar tanpa sempat membawanya," kata Sri Pajeli, seorang jemaat yang meilihat-lihat lokasi ledakan, Senin (26/9/2011).
Motor miliknya yang masih tertahan di area parkir gereja adalah Yamaha Vega ZR AD 2246 HU. Wanita 40 tahun yang selamat dari tragedi bom bunuh diri itu sengaja datang ke gereja untuk melihat motornya. Selain motor, jaketnya juga tertinggal di motor. "Saya tidak tahu kapan motor bisa diambil. Sebenarnya mau dipakai, tapi bagaimana lagi," katanya mengeluh.
Menurut keterangan pengurus GBIS Kepunton, Wiw Agwin sampai saat ini pihak kepolisian masih melakukan oleh TKP. Akibatnya, segala kegiatan peribadatan di dalam gereja untuk sementara masih belum diperbolehkan. Termasuk motor yang masih terpakir di gereja juga tak boleh diambil. "Saya juga belum tahu kapan motor boleh diambil. Mungkin Minggu (2/10) depan," katanya.
Sekitar pukul 10.16 tim Labfor Polda Jateng tiba di GBIS Kepunton. Tim menaiki mobil. Begitu tiba, dua orang tampak membawa sejumlah peralatan di dalam tas lalu bergegas masuk. Tak jelas kegiatan apa saja yang dilakukan karena olah TKP berlangsung tertutup. (*)