Teroris Beraksi di Solo
Pengamanan Tertutup di Gereja-gereja di Banyumas
Di Purbalingga, kurang lebih terdapat sekitar 60 gereja
Tayang:
Editor:
Setya Krisna Sumargo
Laporan Reporter Tribun Jogja, Hanan Wiyoko
TRIBUNJOGJA.COM, PURWOKERTO - Tempat ibadah umat Nasrani di eks Karesidenan Banyumas dijaga aparat kepolisian.
Pengamanan gereja di kabupaten Banjarnegara, Banyumas, Purbalingga, dan Cilacap ini untuk mengantisipasi gangguan keamanan pascaledakan bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) Kepunton, Solo, Minggu (25/9/2011) siang.
"Kita sudah mendapat instruksi dari kapolda untuk meningkatkan pengawasan kewaspadaan semua gereja hingga di tingkat kecamatan," kata Kapolres Purbalingga, Ajun Komisaris Besar Polisi Roy Hadi Siahaan.
Ia tambahkan pengamanan tersebut sudah dilakukan sejak Minggu siang. Pengamanan di gereja dilakukan secara tertutup dengan melibatkan anggota Intel dan Reserse. Sedangkan pengamanan terbuka dengan menempatkan tim mobile dan Sabhara.
Di Purbalingga, kurang lebih terdapat sekitar 60 gereja. Kapolres Cilacap, Ajun Komisaris Besar Polisi Rudi Darmoko mengatakan pengamanan tidak hanya dilakukan di gereja. Untuk mengantisipasi aksi teror, sejumlah obyek vital turut mendapatkan pengamanan.
"Kami bekerja sama dengan instansi terkait meningkatkan pengamanan di seluruh gereja di Kabupaten Cilacap pascaperistiwa tersebut," kata Kapolres Rudi. Dari pantauan di sejumlah gereja di Kota Purwokerto, pengamanan yang dilakukan tidak terlihat mencolok.
Ketua Badan Kerjasama Antar Gereja Purbalingga, Slamet Mulyono, mengatakan agar umat Nasrani tidak terprovokasi dengan peristiwa ledakan di Solo. Ia menghimbau agar umat tetap tenang dalam beribadah.(Tribunjogja.com)