Teroris Beraksi di Solo

GBIS Kepunton Tutup Hingga Pekan Depan

Sejumlah aparat kepolisian dari Brimobda Detasemen C Pelopor bersenjata lengkap masih berjaga.

Tayang:
Penulis: Ikrob Didik Irawan | Editor: jun

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ikrob Didik Irawan

TRIBUNJOGJA.COM, SOLO - Hingga Senin (26/9/2011) pagi, sehari pasca aksi bom bunuh diri, GBIS Kepunton Solo, Jawa Tengah masih tertutup rapat. Sejumlah aparat kepolisian dari Brimobda Detasemen C Pelopor bersenjata lengkap masih berjaga.


Garis polisi juga masih dipasang mengelelilingi area gereja dan tak seorang pun diperbolehkan masuk. Pihak pengelola gereja memutuskan menutup gereja hingga Minggu (2/10) pekan depan. Keputusan ini diambil setelah pihak kepolisian masih melakukan olah TKP di lokasi.

"Gereja tutup sepekan dan baru dibuka lagi pada Minggu (2/10/2011) depan. Penutupan ini karena ada kasus bom bunuh diri. Polisi juga masih melakukan olah TKP," kata seorang petugas Satuan Pengaman (Satpam) Gereja GBIS Kepunton, Bregoet Karyanto, Senin (26/10/2011).

Selain kegiatan kebaktian setiap Minggu, kegiatan lain yang dilakukan setiap hari adalah latihan musik dan paduan suara gereja. Kegiatan yang dilakukan para remaja itu pun juga harus ikut libur sepekan. "Kegiatan latihan paduan suara juga libur. Kegiatan harian itu untuk persiapan sebelum kebaktian," katanya lagi.

 Pengaman di depan pintu gerbang gereja masih tertutup dan dijaga aparat kepolisian. Selain pintu gereja, pintu masuk kantor pengurus gereja juga di jaga ketat. Bahkan, sejumlah wartawan yang sedang mewawancarai satpam di pos pengamanan pun segera diminta keluar oleh petugas. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved