38 Desa di Gunungkidul Rawan Pangan

Dari data BP2KP, wilayah kecamatan Gedangsari yang menempati rangking pertama rawan pangan adalah Hargomulyo dan Tegalrejo, dari 7 desa yang ada.

Penulis: Agung Ismiyanto | Editor: purnarif
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL- Sebanyak 38 desa di Kabupaten Gunungkidul, merupakan daerah Rawan pangan. Dari data BP2KP, wilayah kecamatan Gedangsari  yang menempati rangking pertama rawan pangan adalah Hargomulyo dan Tegalrejo, dari 7 desa yang ada. Dari 18 kecamatan, yang terdiri dari 144 desa, 96 desa aman untuk pangan, 10 desa waspada pangan, 38 desa Rawan pangan.

"Untuk menentukan itu (rawan pangan), Indikatornya banyak, kemiskinan, gizi dan kecukupan pangan, penduduk juga belum berimbang," jelas Kepala Plt Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan (BP2KP) Bambang Sudaryanto  kepada Tribun Jogja, Selasa (19/9).

Bambang menilai, konsumsi Protein hewani masih kurang. Kecenderungan masyarakat untuk mengkonsumsi Protein Nabati masih cukup besar. Meskipun angka rawan pangan telah mengalami penurunan, 15 persen, dari tahun 2009, namun, masih menjadi kekhawatiran pihak dinas terkait. "Dari catatan kami, di tahun 2010 terdapat satu kecamatan yang Waspada, tiga kecamatan rawan, dan 14 kecamatan, dinyatakan aman," jelasnya.

Ironisnya, Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Holtikultura, Supriyadi, menyatakan bahwa dari survei BPS, produksi padi, di gunungkidul memasuki peringkat kedua, setelah Sleman, atau sekitar 267,883 ton di tahun 2011, sedangkan di tahun  2010, hanya mencapai sekitar 259,282. "Jadi ada kenaikan sekitar, 8 ton padi," jelasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved