Roy Suryo Berhenti Buru Mercy Kuno

Roy memiliki hampir semua tipe Mercy. Koleksi buatan tahun 1935 sampai 1983 itu mulai dari tipe sedan, jeep, sampai truk.

Editor: jun
Roy Suryo Berhenti Buru Mercy Kuno - Roy_Suryo_dan_istri-yogya.jpg
TRIBUNJOGJA/KOLEKSI PRIBADI
Roy Suryo dan istri berpose di depan salah satu Mercy koleksinya.
Roy Suryo Berhenti Buru Mercy Kuno - roy-mobil-yogya.jpg
TRIBUNJOGJA/KOLEKSI PRIBADI
Sebagian Mercy koleksi Roy Suryo.
Laporan Reporter Tribun Jogja, Theresia Andayani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA –  Kanjeng Raden Mas Tumenggung (KRMT) Roy Suryo Notodiprojo (42) mengoleksi sekitar 100 mobil kuno bermerek Mercedez Benz alias Mercy hasil perburuannya sejak 1998.  Namun, setelah menjadi anggota DPR RI dari Partai Demokrat, Roy untuk sementara berhenti memburu Mercy kuno.

Mobil-mobil Roy tak hanya kuno tetapi unik juga. Unik, karena hampir semua mobil itu memakai plat nomor polisi (nopol) berunsur angka delapan. Contohnya, AB 8888 FI. Delapan memang angka kesayangan pria kelahiran Yogyakarta ini, yang sebelum menjadi politikus lebih dikenal sebagai pakar multimedia yang sering membantu polisi maupun artis terkait kasus-kasus foto atau video porno.

Roy memiliki hampir semua tipe Mercy. Koleksi buatan tahun 1935 sampai  1983 miliknya itu mulai dari tipe sedan, jeep, sampai truk. Sebanyak 90  mobil Mercy ia simpan di garasi rumahnya, di Jalan Magelang Km 5, Kav Bima No 8, Yogyakarta;  sedangkan 10 unit lainnya ada di Jakarta. Data   semua mobil ini ia daftarkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ketika akan menjadi wakil rakyat.

Pria kelahiran  Yogyakarta, 18 Juli 1968, yang kini lebih sering berada di Jakarta  tersebut mulai Mengoleksi Mercy sejak tahun 1998. Koleksi pertamanya, Mercy type 180 keluaran tahun 1962,  punya nilai sejarah tinggi sebab pernah menjadi kendaraan dinas Presiden pertama RI, Soekarno, ketika bertugas di Bogor.

“Tiap Mercy yang saya punya da yang punya nilai sejarah. Ada juga yang sulit mendapatkan hingga tiba-tiba ada yang mengantar ke rumah karena banyak yang tahu saya hobi berburu Mercy,” ujar Roy Suryo, saat berbincang dengan Tribun Jogja melalui sambungan ponsel, Rabu (9/2/2011) sore.

Sejak 1998 itulah perburuan Roy dimulai. Setiap mengetahi Mercy  lawas, dan ia senang, pasti dibeli.  Beberapa mobil yang murni diburu langsung, antara lain, Mercy tahun 1935, tahun 1952,  1968, 1970 dan 1980. Harga belinya  bervariasi, mulai dari 10 juta sampai Rp 400 juta.

Generasi keempat dari Sultan Paku Alam III yang hobi fotografi ini berburu Mercy kuno  hanya di seputar Jawa, tak sampai ke luar Jawa. Ia juga pernah membeli secara mendadak saat tanpa sengaja menemukan  Mercy kuno saat berada di Jawa Timur atau di Jakarta.

“Kadang ada uang tapi barang yang dicari nggak ada. Bahkan juga pernah, barangnya pas ada tapi uangnya tidak ada. Ya sudah, lepas saja (tidak jadi beli, Red). Jadi, meskipun berburu, saya juga tidak terlalu bernafsu harus mendapatkannya,” papar Roy.

Tetapi,  kalau mobil itu mempunyai nilai historis tinggi, ia berupaya maksimal membelinya. Contohnya,  Mercy yang pernah menjadi kendaraan dinas Bung Karno itu. Adapun koleksi lainnya yang juga punya nilai historis, Mercy bekas menteri penerangan pertama, Mercy eks duta besar, dan bekas milik pejabat-pejabat Orde Lama.

“Selain nilai historis, yang menjadi pertimbangan saya mendapatkan mobil itu karena orisinalitas kendaraan. Itu penting bagi saya,” tegas  Roy, yang juga dosen dan konsultan multimedia di Insititut Seni Indonesia (ISI) dan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved