Tita Tiap Bulan Pakai Uang Saku untuk Beli Baju
Mengaku ingin kuliah jurusan psikologi di Bandung, Tita mengisahkan, uang jajannya dihabiskan untuk makan, jajan, dan shoping.
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Tita dan Tia, siswi kelas XII Jurusan Bahasa SMA Santa Maria Yogyakarta, berkisah tentang uang saku mereka Pemilik nama lengkap Clara Talita Kirana dan Florentia Rifka Meilanda ini mendapat uang saku berbeda dari orangtua masing-masing dalam jumlah berbeda.
Tita, yang orangtuanya tinggal di Kalimantan, menjadi anak kos, dan mendapat jatah uang jajan setiap pekan. Adapun Tia, yang tinggal bersama orangtuanya di Yogyakarta, diberi uang jajan harian.
Mengaku ingin kuliah jurusan psikologi di Bandung, Tita mengisahkan, uang jajannya dihabiskan untuk makan, jajan, dan shoping. "Setiap bulan aku selalu beli baju. Kalau (ada uang) lebih aku beli tas dan sendal," ujar gadis kelahiran Kalimantan ini ketika ditemui di sekolahnya, di Jl Ireda No 19 A, Yogyakarta, Rabu (9/2/2011).
Sedangkan uang saku Tia selain untuk makan, habis demi membeli pulsa ponsel. " Aku paling suka makan di Hokben (Hoka-hoka Bento, Red), terus setiap tiga hari aku pasti beli pulsa Rp 10.000 untuk paket BlackBerry. Tapi kalau uang bensin, jatahnya lain lagi," kata dara asal Bandung yang sehari-hari mengendarai sepeda motor Mio ini.
Bagi Tita, uang jajan sebesar Rp 200.000 setiap pekan cukup untuk memenuhi kesehariannya. "Uang Rp 200.000itu buat jajan doang, lho. Kalau buat belanja, ke salon dan perawatan gigi, ada lagi, deh," kata gadis berkawat gigi ini tanpa mau merinci jumlah total uang yang ia peroleh dari orangtua.
Sedangkan Tia terbuka membeber jumlah uang saku yang didapat per hari. "Kalau sekolah pulangnya sore, aku dikasih Rp 20.000. Tapi kalau pulang siang, cuma Rp 10.000. Uang jajan segitu menurutku nggak cukup, soalnya beberapa hari ini makanku banyak banget," keluh Tia, yang mengaku jarang makan di rumah.
Bagaimana jika kekurangan uang? Satu dari dua dara yang oleh kawan-kawannya dibilang mirip pasangan Shinta-Jojo tersebut mengaku sering pinjam ke teman sekolahnya. "Apa gunanya teman? Tapi kalau ngutang pasti besoknya udah diganti lagi," ujar Tita.
Sedangkan Tia lebih sering meminta tambahan uang jajan ke eyangnya.
"Dulu aku punya pemasukan tambahan kalau lagi ngedance. Tapi sekarang lagi vakum sejak kelas tiga. Kan mau ujian," ujar Tita, yang juga pemegang sabuk hijau Taekwondo.
Sedangkan Tia mengaku sering menjadi waiters di rumah makan untuk menambah uang jajan. "Aku kan suka bantu mama di event organizer. Lumayanlah buat jajan-jajan," katanya, kemudian tersenyum.


