Relawan SAR Merapi Dibui

Bagor Jual Ayam Demi ke PN Sleman

Arief itu pendiam. Beberapa jam sebelum ditangkap, ia bersama saya mengevakuasi bangkai sapi

Editor: Setya Krisna Sumargo
zoom-inlihat foto Bagor Jual Ayam Demi ke PN Sleman
TRIBUNJOGJA.COM/SIGIT WIDYA
Arif Setyo Wacana alias Bagor, relawan SAR dari Wonosari, Klaten di PN Sleman, Senin (7/2/2011).
Laporan Wartawan Tribun Jogja, Sigit Widya dan Putri Fitria

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN  - Arif Setyo Wacana (37) alias Bagor, sudah datang di Pengadilan Negeri (PN) Sleman sejak pukul 08.30 WIB Senin (7/2/2011). 

Ia datang untuk mendukung Arief Johar Cahyadi Permana (24), relawan Merapi terdakwa kasus kepemilikan senjata tajam, yang ditangkap pada 24 November 2010 malam, di Jembatan Timbang, Maguwoharjo, Sleman, DIY.

"Sidang pukul 10.00 WIB. Saya berangkat dari rumah pukul 07.00 WIB. Saya sengaja datang awal agar bisa bertemu Arief," ujar laki-laki bertubuh besar, warga Tegalgondo, Wonosari, Klaten, sekitar 50 kilometer dari PN Sleman, ini.

Ia mengaku, baru bertemu lagi dengan Arief hari ini sejak penangkapan sekitar dua bulan lalu. Ia belum sempat menengok mahasiswa Akuntansi Universitas Islam Indonesia Yogyakarta tersebut di Lapas Cebongan karena sibuk.

"Bahkan, saya harus menjual ayam untuk uang saku ke sini (PN Sleman). Maklum, saya hanya pekerja serabutan," paparnya. Ia mengenal Arief sekitar tiga tahun lalu. 

Mereka kenal di Paguyuban Motor CB Klaten. Menurutnya, Arief adalah sosok pendiam. Tidak pernah sekalipun ia berbuat kejahatan, apalagi dipenjara.

"Arief itu pendiam. Beberapa jam sebelum ditangkap, ia bersama saya mengevakuasi bangkai sapi di Balerante," lanjutnya.

Ia menambahkan, baru mengetahui kabar penangkapan Arief tiga hari kemudian. "Saya diberi tahu bapaknya Arief, Marsum," kata Bagor.(*) 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved