Menang Berkat Keberanian Ubah Pola
Keberanian asisten pelatih Persiba Bantul Sajuri Syahid mengubah strategi berbuah pesta gol.
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Perubahan strategi di babak kedua menjadi titik balik penampilan agresif tim Persiba Bantul. Setelah unggul melalui tandukan Slamet Nurcahyo di menit-menit awal, skuad Sultan Agung lebih banyak bermain di lapangan sendiri. Bahkan, Wahyu Wiji Astanto sering direpotkan serangan Persebaya.
Persiba kembali menang besar di kandang sendiri, Stadion Sultan Agung, 5-0, atas tamunya Persebaya Surabaya, Selasa (1/2/2011). Fortune Udo kembali menunjukkan tajinya. Dua gol ia sarangkan ke gawang Bajul Ijo pada menit ke-57 dan 73. Slamet Nurcahyo membubuhkan gol pertamanya sejak bergabung Persiba pada menit ke-7.
Johan Manaji juga berhasil menyumbang gol perdananya selama putaran pertama ini pada menit ke-87. Satu lagi Ezequiel Gonzales menyumbang satu gol pada menit ke-49 lewat tendangan gledeknya.
Agresivitas Wahyu Wiji Astanto dkk terlihat meningkat usai turun minum. "Babak pertama kami ikut irama permainan Persebaya jadi nggak berkembang. Makanya, kami berani mengubah taktik sebaliknya," ujar Sajuri Syahid, asisten pelatih Persiba usai pertandingan.
Babak kedua, Sajuri menekankan pemain agar lebih sabar dan percaya diri. Terbukti Laskar Sultan Agung menambah empat gol di babak kedua. Dampaknya pun pemain lebih berani memainkan dan menahan bola. Hanya sesekali Anwarudin membuat kesalahan.
"Saya puas melihat penampilan anak-anak, meski kami hanya punya waktu recovery tiga hari," kata Sajuri.
Meningkatnya penampilan tuan rumah tak lepas juga dari peran Ezequiel Gonzales. Pemain impor Argentina ini mampu memecah kebuntuan di babak kedua. Golnya di menit ke-49, langsung memompa semangat anak-anak Bantul.
Terlebih Fortune Udo yang berhasil menuntaskan umpan panjang Eze pada menit ke-57 dari sisi kanan lapangan. Lagi-lagi, Udo mencatatkan namanya di papan skor. Udo menceploskan bola ke gawang Bajul Ijo kali kedua pada menit ke-73.
Hanya saja, kemenangan besar ini belum mengantarkan ambisi tim asuhan Eduard Tjong untuk menggapai capolista Grup III (Timur) Divisi Utama Liga Indonesia. Donasi tiga poin ini tetap menempatkan tim pujaan Paserbumi di posisi kedua dengan koleksi 23 poin. Meski begitu, dua gol tambahan Udo makin memantapkan sebagai top scorer dengan 15 gol.
Sementara Persebaya Surabaya mengakui keunggulan Persiba Bantul. Dominasi tuan rumah menjadi faktor kekalahan Bajul Ijo. "Kami akan koreksi diri sebelum laga melawan PSS Sleman," kata Bambang Sumantri, asisten pelatih Persebaya.
Menurut Bambang, absennya kapten tim Sunarko menjadi faktor lambannya permainan Bajul Ijo. Meski begitu, Bambang tetap optimistis mampu meraih poin pada laga tandang selanjutnya lawan PSS, Jumat (4/2/2011).(*)



