Fafa Tak Ingin Lagi Lukai Orang dengan Karate
Fafa, siswi kelas XI SMA Negeri 7, Yogyakarta, misalnya, mengaku mempelajari karate untuk melindungi diri.

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Ada berbagai macam jenis olahraga bela diri, ada bermacam pula motif untuk mempelajarinya. Farah Eka Putri, yang akrab disapa Fafa, siswi kelas XI SMA Negeri 7, Yogyakarta, misalnya, mengaku mempelajari karate untuk melindungi diri.
"Aku kan anak pertama, jadi harus bisa melindungi keluarga, termasuk dua adikku yang masih kecil," ujar Fafa saat ditemui Tribun Jogja seusai latihan karate di Sasana Hinggil Alun-Alun Selatan Keraton Yogyakarta, Senin (31/1/2011) sore.
Gadis berkacamata ini mulai belajar karate sejak kelas satu SMP. "Awalnya disuruh ayah untuk belajar bela diri. Tadinya aku mau ikut taekwondo, tapi aku pilih karate karena lebih keras," ujar pemegang sabuk hijau ini.
April 2010 lalu, Fafa menjadi juara tiga pada Olimpiade Olahraga Siswa Nasional yang diselenggarakan oleh Pemkot Yogyakarta. "Waktu itu aku duel dan kalah. Kalahnya sih nggak telak, nggak sampai KO," ujarnya, kemudian tertawa.
Ia bercerita, pernah berantem dengan beberapa siswi di sekolahnya. "Awalnya aku bikin notes di Facebook, eh, ada beberapa orang yang kesindir dan mereka ngeledek-ngeledek aku di Facebook. Ya sudah, aku samperin mereka, lalu aku tonjok yang paling dekat," kenangnya.
Ia rutin latihan tiga kali sepekan di tempat berbeda. "Tempatnya di sekolah, sasana hinggil, dan di rumah sensei (guru karate, Red)," ujar Fafa, yang kini tidak ingin menggunakan jurus karatenya untuk melukai orang lain.
Fafa ingin belajar karate hingga meraih sabuk hitam. Ia mengaku ingin berhenti karate setelah menikah nanti. "Aku mau jadi ibu rumah tangga aja, ngurus suami dan anak," ujar siswi yang bercita-cita melanjutkan kuliah di Sekolah Tinggi Akutansi Negara (STAN) ini.