Ugram Perlu Tiga Tahun untuk Tahu Trik 'Sulap Karet'
Saat pertama kali melihat trik tersebut, Ugram penasaran dan mulai belajar di konter-konter sulap namun tidak pernah menemukan jawabannya.
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sebuah trik sulap yang mudah, telah menuntun anggota Komunitas Magic Jogja, Ugram Swadharma, menekuni dunia sulap selama lebih dari tiga tahun. Jawaban atas trik tersebut baru ia temukan setelah tiga tahun bergelut di dunia sulap, yaitu dua karet terpisah yang dapat dijadikan satu.
"Padahal saya sudah mempelajari hampir semua trik sulap, tapi sampai saat itu belum menemukan jawabannya. Ternyata jawabannya mudah sekali, yaitu ada alat yang membantu pesulap melakukan trik tersebut," kenang Ugram, yang di dunia sulap dikenal sebagai Ganz Pizzarelli, ketika ditemui Tribun Jogja, Kamis (28/1/2011), di Yogyakarta.
Saat pertama kali melihat trik tersebut, Ugram penasaran dan mulai belajar di konter-konter sulap di Yogya namun tidak pernah menemukan jawabannya. Mahasiswa jurusan Psikologi Universitas Mercu Buana Yogyakarta semester tiga itu mendapat pelajaran permainan koin, kartu dan cincin.
"Trik yang saya dapatkan di konter kemudian membawa saya ke aliran sulap close up table, yang sampai saat ini masih dijalani. Tetapi saya juga mempelajari aliran-aliran lain di luar itu, seperti sulap stage dan mentalist untuk belajar berkata-kata," bebernya.
Selain belajar di konter sulap, dulu Ugram juga mempelajari sulap melalui rekan-rekan sesama pesulap. Lulusan SMA Negeri 2 Sleman ini, juga belajar secara otodidak untuk mengembangkan trik-trik sulapnya.
Aliran sulap yang ditekuninya saat ini terbilang mudah dan praktis karena menggunakan tangan sebagai alat. Namun Ganz tetap mengeluarkan uang yang tidak sedikit, untuk membeli peralatan yang mendukungnya melakukan pertunjukan sulap.
"Saya habis Rp 2 juta untuk semua peralatan, dan untuk melengkapinya masih butuh sekitar Rp 500 ribu. Itu yang standar. Sedangkan untuk yang lengkap, dan berkelanjutan, kira-kira menambah sekitar Rp 4,5 juta, dan totalnya Rp 7 juta," papar pria yang terkenal sebagai pesulap g paling cepat memainkan rubik ini.
Menurutnya, uang yang sudah dikeluarkannya untuk memenuhi hobinya tersebut, suatu saat bakal kembali. "Sekarang sih belum kembali, tapi nanti pasti balik modal," tambahnya.
Ugram mengaku setiap melakukan penampilan sulap close up table dibayar Rp 1,5 juta per lima menit. Tapi dia jarang mendapat permintaan tampil sulap close up. Menurutnya, yang paling laku di Yogya adalah permintaan sulap stage dengan bayaran Rp 500 ribu per 10-15 menit.
"Kenapa murah, karena saya tidak terlalu menguasai aliran itu," katanya berterus terang.
Meski sering menangguk uang dari sulap, Ugram mengaku saat ini belum terlalu memikirkan komersialisasi dari keahliannya. "Sulap bisa menjadi profesi yang menjanjikan, terutama di kota yang belum ada pesulapnya. Kalau di Yogya sudah banyak," tuturnya.