Aturan Touring Sangat ketat
Dalam sebuah touring, ada ada tiga elemen kunci yang harus dipenuhi yaitu Road Captain, Marshall, dan Sweeper
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Tjundaka Prabawa (42), anggota komunitas Motor Gede (Moge) di Yogyakarta yang sudah terbilang senior menegaskan bahwa touring yang dilakukan oleh komunitas mereka selalu menggunakan aturan ketat. Peserta touring dilarang untuk bersikap ugal-ugalan di jalan raya.
Untuk menjamin aturan itu, setiap kali touring dipastikan berkoordinasi dengan pihak kepolisian. “Melibatkan kepolisian sebagai prioritas utama yang wajib kami lakukan,” ujar pemilik Harley Davidson tipe Ultra keluaran tahun 2000, Kamis (20/01/2011).
Sebelum memulai perjalanan, semua peserta wajib menjalani briefing. Ini dilakukan agar para peserta menguasai skema perjalanan dan mengetahui titik point pemberhentian.
"Fisik peserta touring juga harus diperhatikan. Pemanasan sebelum menggeber kendaraannya perlu dilakukan agar tidak kaku,” imbuhnya.
Dalam sebuah touring, ada ada tiga elemen kunci yang harus dipenuhi yaitu Road Captain, Marshall, dan Sweeper. Masing-masing elemen ini memiliki peran dan fungsi masing-masing.
Road captain adalah pemimpin perjalanan. Dia biasanya berada di belakang kendaraan polisi yang mengawal. Marshall bertugas untuk mengingatkan para peserta touring agar tidak berlaku arogan dan selalu mematuhi aturan. Satu Marshall biasanya membawahi lima motor.
Peran yang tidak kalah pentungnya adalah sweeper atau penyapu. Sweeper bertugas untuk mengawal rombongan yang mengalami masalah dalam perjalanan. Ketika ada anggota yang mengalami masalah sweeper akan berkoordinasi dengan polisi dan road captain untuk mengurangi kecepatan.
“Seorang sweeper biasanya dipilih yang komunikatif. Hal ini diperlukan untuk mengurangi konflik dengan pengendara motor di luar rombongan,” kata Tjundaka Prabawa.
Salah satu tugas sweeper adalah menghalau kendaraan lain yang bukan anggota rombongan. Itu bukan karena mereka bersikap arogan, melainkan karena keberadaan motor lain yang masuk ke rombongan bisa membahayakan.
Selain itu, dalam touring juga harus mengaggendakan berhenti setiap dua jam sekali. Pemberhentian itu dimanfaatkan untuk istirahat, pelemasan otot dan mengecek motor. (*)