Pemain Real Mataram Belum Profesional

Manajer Real Mataram, Kusnadi mengaku para pemain yang tampil dalam Liga Primer Indonesia (LPI) belum profesional.

Tayang:
Editor: ufi
Laporan Reporter Tribun Jogja, Theresia Andayani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – Manajer Real Mataram, Kusnadi mengaku para pemain yang tampil dalam Liga Primer Indonesia (LPI) belum profesional.  Pengakuan itu menyusul kekalahan 0-1 (0-0) The Real (sebutan untuk real Mataram) atas Bali De Vata.

“Di babak pertama saja sudah mendapat kartu merah. Itu jelas merupakan bukti kecerobohan pemain,” ujar Kusnadi kepada Tribun Jogja, Senin (17/1/2011).

Kartu kuning pertama bagi The Real diperoleh Nandri ketika pemain bernomor punggung 5 ini mengganjal I Nyoman Aramwan. Tidak lam aberselang, Ali Markus giliran mendapat kartu kuning karena melakukan takling keras kepada pemain Bali De Vata.

Tidak berselang lama, Ali dinilai memicu keributan dengan pemain Bali De Vata dan langsung mendapat kartu merah. Itulah kartu merah pertama yang dikeluarkan wasit dalam sejarah penyelenggaraan LPI.

“Sangat disayangkan, ini menunjukkan pemain real Mataram belum profesional,” kata Kusnadi.

Dari evaluasi yang dilakukan terhadap pemain, The Real merasa perlu untuk melakukan sejumlah perbaikan di tim. Salah staunya adalah mencari pengganti Ali Markus yang tidak boleh main setelah mendapat kartu merah.

“Posisi Ali Markus bisa digantikan oleh Munir atau pemain lainnya, kita lihat kondisi nanti,” jelas Kusnadi.

Usai menjamu Bali De Vata, The Real akan melakukan tandang ke Jayapura melawan Cenderawasih. Pertandingan akan digelar pada 30 Januari 2011. 

“Siapa yang akan kita berangkatkan maupun dipasang belum kami tentukan. Saat ini kami menggelar latihan rutin di Lembah UGM,” ujarnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved