Jasa Cuci Mobil dan Motor di Musim Hujan

Prof Sari: Air Hujan Bikin Korosi

“Proses korosi itu akibat air hujan mengenai logam secara langsung, dan pH air hujannya kurang dari angka tujuh.”

Tayang:
Editor: Sulistiono
Laporan: Iwan Al Khasni

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN- Pakar Ilmu Hidrogeologi UPN "Veteran" Yogyakarta, Prof Dr Ir Sari Bahagiarti K M.Sc., mengatakan, air hujan yang bersifat asam menyebabkan lapisan logam pada komponen kendaraan korosi.

“Proses korosi itu akibat air hujan mengenai logam secara langsung, dan  pH air hujannya kurang dari angka tujuh,” kata Sari kepada Tribun Jogja, Selasa (11/1/2011).

Pada dasarnya air hujan bersifat asam dapat terjadi ketika air hujan bercampur dengan zat lain, seperti Karbon dioksida (Co2) , Nitrit (N0). “Material zat-zat itulah yang pada akhirnya menempel pada logam di kendaraan karena terbawa udara,”ujarnya.

Penyebab bercampurnya zat-zat tersebut karena adanya gas yang keluar dari limbah pencemar hasil industri atau proses kimiawi, seperti limbah gas pabrik, asap kendaraan bermotor, maupun debu vulkanik dari letusan gunung berapi.

Sari mengatakan, percepatan korosi pada logam sangat tergantung dengan kondisi kelembaban pada logamnya. Semakin lembab kondisi logam, maka korosi akan semakin cepat.

Guru besar perempuan pertama di bidang hidrogeologi itu menjelaskan logam yang terkena air hujan yang bersifat asam, bisa dinetralisir dengan dibilas air bersih. “Untuk lapisan yang sudah dilapisi cat tidak begitu bereaksi, sebab asam akan bereaksi jika terkena logam atau besi secara langsung,” jelasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved