Pembagian Daging Kurban

Kisah Cinta Laila Majnun Sampai ke Mandala Krida

“Awalnya saya diundang sendirian, tetapi saya menolak. Saya akan datang asal bersama grup karena ingin menghibur mereka semua."

Editor: Sulistiono
Kisah Cinta Laila Majnun Sampai ke Mandala Krida
FOTO TRIBUNJOGJA/MONA KRIESDINAR
Personil grup musik religi Debu usai menghibur penerima daging kurban di Stadion Mandala Krida Yogyakarta, Sabtu (8/1/2011)
Laporan : Mona Kriesdinar

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Alkisah di Jazirah Arab hiduplah dua orang anak manusia yang tengah dimabuk asmara. Keduanya berasal dari dua suku yang berbeda. Kisah cinta keduanya begitu besar, hingga terkenal seantero Jazirah Arab kala itu.

Tragis, kisah cinta keduanya tidak mendapatkan restu kedua orangtuanya. Mereka jatuh ke dalam siksaan cinta yang tidak pernah terwujud. Hingga akhir hayat, keduanya tidak bisa bersatu. Akhirnya hanya menyisakan dua jasad yang terkubur berdampingan.

Itulah ringkasan kisah cinta Laila dan Majnun sebagaimana yang diceritakan oleh Mustafa Daud (29), vokalis kelompok musik religi Debu, di sela-sela acara pembagian daging kurban di Stadion Mandala Krida, Sabtu (8/1/2011).

Ia menjelaskan, kisah tersebut diceritakan lewat lagunya yang berjudul ‘Malam Ini’. Single tersebut adalah salah satu lagu yang dinyanyikan di hadapan ratusan warga penerima daging kurban di Stadion Mandala Krida Yogyakarta.

Mustafa yang bulan Agustus lalu sempat bertemu Mbah Maridjan ini mengaku senang bisa ikut hadir dalam acara amal yang diprakarsai oleh Pemerintah Kota Yogyakarta, dan bekerjasama dengan Prof Dr Mahmud Es’ad Cosan Foundation Australia (MEC) melalui Yayasan Server Indonesia. “Awalnya saya diundang sendirian, tetapi saya menolak. Saya akan datang asal bersama grup karena ingin menghibur mereka semua," ujarnya.

Rencananya Debu akan menyanyikan lagu selama satu jam. Namun akhirnya hanya sekitar 40 menit saja, karena warga sudah mulai beranjak pergi setelah pembagian secara simbolis oleh Wakil Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti selesai. Di akhir percakapan, Mustafa sempat menyampaikan rasa ketidakpuasannya. "Saya kira mereka (penonton - red) berada di depan panggung. Kalau tahu seperti itu sejak awal, saya minta mereka mendekat," keluhnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved