yogya Life

Di Movie Box Bisa Nonton Film sambil Teriak dan Nangis

Tempat ini ibaratnya seperti perpustakaan film.

Editor: mas
Di Movie Box Bisa Nonton Film sambil Teriak dan Nangis - movibok-3.jpg
foto tribunjogja/ade rizal
Dita, Andra dan Wilda menikmati film di Movie Box Yogya, Kamis (6/1/2011).
Di Movie Box Bisa Nonton Film sambil Teriak dan Nangis - movibok-7.jpg
foto tribunjogja/ade rizal
Dita, Andra dan Wilda menikmati film di Movie Box Yogya, Kamis (6/1/2011).
Di Movie Box Bisa Nonton Film sambil Teriak dan Nangis - movibok-1.jpg
foto tribunjogja/ade rizal
manajer Movie Box, Ide Hafizh bersama koleksi DVD dan VCD, Kamis (6/1/2011).
Laporan Wartawan Tribun Jogja, Gaya Lufityanti

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sejak didirikan pada 2006, Movie Box menjadi altrenatif anak muda Yogyakarta untuk menikmati film selain di bioskop. Puluhan keping DVD yang berjajar di rak sisi utara ruang utama, memudahkan penonton memilih sendiri film yang akan ditontonnya.

"Di sini filmnya banyak, bisa milih sendiri judul yang disenengin," ujar Dita Dwi Kusuma (18) seorang member Movie Box. Menurutnya, walaupun film-film terbaru agak lama tersedia di sini, ia sering meminjam film di tempat yang juga rental VCD dan DVD ini.

Fasilitas TV plasma, dolby stereo dan kursi sofa, memberi kenyamanan tersendiri bagi mahasiswi UNY ini untuk mengajak teman-temannya nonton bareng. "Kalau di sini lebih bebas ketawa, teriak, bahkan nangis bareng temen-temen," ucap perempuan berkulit putih ini.

Menurut manajer Movie Box, Ide Hafizh, dalam sehari pihaknya memutar 50an film untuk memenuhi permintaan pelanggan."Kalau weekend atau liburan bisa lebih," ujarnya.

Ribuan film yang dikoleksi Movie Box merupakan arsip film dari tahun 1999. "Tempat ini ibaratnya seperti perpustakaan film," ucapnya menjelaskan Movie Box yang telah mempunyai 15 ribuan member ini.

Karena itu, lanjutnya, Movie Box tidak hanya dijadikan sebagai tempat nonton film tapi juga sebagai tuntunan bagi penontonnya. “Ini konsep untuk memilih dan memilah film di tempat ini,” katanya.

Ia kemudian ,menceritakan salah satu koleksinya, film Celesting Propecy, yang berhasil memvisualisasikan novel aslinya dengan sempurna. “Sang sutradara, James Redfil mampu menyampaikan pesan dari novel dengan judul yang sama tersebut. Luar biasa,” katanya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved