Investasi Warga Yogya

Bagi Windu Saham Beda dengan Togel

Anggapan pasar saham penuh risiko menjadi alasan utama orangtuanya pernah melarang Windu berinvestasi di pasar modal.

Tayang:
Editor: mas
Bagi Windu Saham Beda dengan Togel - saham-1.jpg
Tribunjogja/bramastyo Ady
Windu Permana Sari, mahasiswa Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW),mengamati pergerakan indexs saham di Pojok Bursa Efek Indonesia dan Galeri Pasar Modal Reliance Securities UKDW,Yogyakarta. Rabu(04/01/2011).
Bagi Windu Saham Beda dengan Togel - saham-2.jpg
Tribunjogja/bramastyo Ady
Windu Permana Sari, mahasiswa Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW),mengamati pergerakan indexs saham di Pojok Bursa Efek Indonesia dan Galeri Pasar Modal Reliance Securities UKDW,Yogyakarta. Rabu(04/01/2011).
Bagi Windu Saham Beda dengan Togel - saham-5.jpg
Tribunjogja/bramastyo Ady
Windu Permana Sari, mahasiswa Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW),mengamati pergerakan indexs saham di Pojok Bursa Efek Indonesia dan Galeri Pasar Modal Reliance Securities UKDW,Yogyakarta. Rabu(04/01/2011).
Laporan Wartawan Tribun Jogja Victor Mahrizal

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – Meskipun sudah sudah hafal seluk beluk dunia saham, tidak serta merta orang tua Windu Permana Sari (20), mengijinkan putrinya main-main di sektor itu. Anggapan pasar saham penuh risiko menjadi alasan utama orangtuanya pernah melarang Windu berinvestasi di pasar modal.

“Jangan mainan sahamlah bisa tekor nanti, memangnya tidak ada investasi yang lainnya apa?” kenang Windu menirukan pesan mamanya ketika kali pertama ia mengungkapkan keinginan untuk berinvestasi di pasar modal, Rabu (05/01/2011).

Waktu itu, mahasiswi Universitas Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta itu terpaksa menuruti anjuran orangtuanya. Padahal di kampusnya ia anggota dari kelompok Studi Pasar Modal bersama 20 teman lainnya.

Namun, karena Windu bisa meyakinkan orangtuanya, ia pun aktif lagi di pasar modal. “Waktu itu saya bisa meyakinkan, bila Pasar Modal beda dengan judi togel yang hanya mengandalkan peruntungan. Investasi saham itu butuh kemampuan menganalisa pasar dan perhitungan yang cermat saat mengambil keputusan akan membali tau menjual saham,” tandas gadis berkulit putih itu.

Setelah bermain saham sekitar 10 bulan, Windu pun kini makin lihai mencari keuntungan dari investasi di pasar modal. Sayangnya, ia enggan menceritakan, berapa uang yang bisa dihasilkan dari usaha ini. “Yang jelas untung,” katanya singkat.

Meski ia mengaku sempat keseleo dan mengalami rugi beberapa ratus rupiah, namun dalam kurun waktu berikutnya, kerugian-kerugian itu bisa ditutup. Bukan dengan menambah modal, tapi menutup kerugian dari keuntungan penjualan saham yang dibelinya berdasarkan perhitungan yang matang. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved