Investasi Warga Yogya
Bagi Windu Saham Beda dengan Togel
Anggapan pasar saham penuh risiko menjadi alasan utama orangtuanya pernah melarang Windu berinvestasi di pasar modal.
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – Meskipun sudah sudah hafal seluk beluk dunia saham, tidak serta merta orang tua Windu Permana Sari (20), mengijinkan putrinya main-main di sektor itu. Anggapan pasar saham penuh risiko menjadi alasan utama orangtuanya pernah melarang Windu berinvestasi di pasar modal.
“Jangan mainan sahamlah bisa tekor nanti, memangnya tidak ada investasi yang lainnya apa?” kenang Windu menirukan pesan mamanya ketika kali pertama ia mengungkapkan keinginan untuk berinvestasi di pasar modal, Rabu (05/01/2011).
Waktu itu, mahasiswi Universitas Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta itu terpaksa menuruti anjuran orangtuanya. Padahal di kampusnya ia anggota dari kelompok Studi Pasar Modal bersama 20 teman lainnya.
Namun, karena Windu bisa meyakinkan orangtuanya, ia pun aktif lagi di pasar modal. “Waktu itu saya bisa meyakinkan, bila Pasar Modal beda dengan judi togel yang hanya mengandalkan peruntungan. Investasi saham itu butuh kemampuan menganalisa pasar dan perhitungan yang cermat saat mengambil keputusan akan membali tau menjual saham,” tandas gadis berkulit putih itu.
Setelah bermain saham sekitar 10 bulan, Windu pun kini makin lihai mencari keuntungan dari investasi di pasar modal. Sayangnya, ia enggan menceritakan, berapa uang yang bisa dihasilkan dari usaha ini. “Yang jelas untung,” katanya singkat.
Meski ia mengaku sempat keseleo dan mengalami rugi beberapa ratus rupiah, namun dalam kurun waktu berikutnya, kerugian-kerugian itu bisa ditutup. Bukan dengan menambah modal, tapi menutup kerugian dari keuntungan penjualan saham yang dibelinya berdasarkan perhitungan yang matang. (*)


