Piala AFF 2010

HZ Sumringah Lihat Spanduk Turunkan Nurdin

Kekecewaan tak bisa disembunyikan Wali Kota Yogya Herry Zudianto atas penampilan Timnas Indonesia.

HZ Sumringah Lihat Spanduk Turunkan Nurdin - IMG_12333.JPG
foto-foto: tribunjogja.com/hendra krisdianto
Ekspresi Wali Kota Yogyakarta Herry Zudianto saat nonbar final Piala AFF 2010.
HZ Sumringah Lihat Spanduk Turunkan Nurdin - IMG_1129.JPG
foto-foto: tribunjogja.com/hendra krisdianto
Ekspresi Wali Kota Yogyakarta Herry Zudianto saat nonbar final Piala AFF 2010.
HZ Sumringah Lihat Spanduk Turunkan Nurdin - IMG_1130.JPG
foto-foto: tribunjogja.com/hendra krisdianto
Ekspresi Wali Kota Yogyakarta Herry Zudianto saat nonbar final Piala AFF 2010.
HZ Sumringah Lihat Spanduk Turunkan Nurdin - IMG_1143.JPG
foto-foto: tribunjogja.com/hendra krisdianto
Ekspresi Wali Kota Yogyakarta Herry Zudianto saat nonbar final Piala AFF 2010.
HZ Sumringah Lihat Spanduk Turunkan Nurdin - IMG_1137.JPG
foto-foto: tribunjogja.com/hendra krisdianto
Ekspresi Wali Kota Yogyakarta Herry Zudianto saat nonbar final Piala AFF 2010.
Laporan Wartawan Tribun Jogja, Gaya Lufityanti

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – Wali Kota Yogyakarta Herry Zudianto kecewa kegagalan timnas Indonesia merebut juara Piala AFF 2010, Rabu (29/12/2010).

Ekspresi kekecewaan terlihat jelas di wajah HZ (sebutan Herry Zudianto) saat Tim Garuda kebobolan gol atas permainan cepat tim Malaysia.

"Tadinya saya pegang 2-0 untuk Indonesia, tapi ternyata sulit sekali," ucap Herry usai mengadakan nonton bareng di rumah dinasnya.

Ia menyatakan, sepak bola bukanlah sekadar kompetisi. "Perlu ada pembenahan di persepak bolaan Indonesia," terangnya.

Menurutnya, penting untuk menciptakan kompetisi yang bersih. "Kuncinya ada di pembinaan," tegasnya.

Ia menambahkan, permainan pemain asing di Timnas Indonesia belum maksimal. "Harusnya pemain asing dibatasi dalam kurun lima tahun ini,"ujarnya.

Ditambahkan, pengurangan pemain asing ini dilakukan agar organisasi lebih mengoptimalkan pemain-pemain asli Indonesia.

"Makanya, PSIM tidak akan ada pemain asing, semuanya lokal," ucapnya.

Meski pertandingan telah usai, Herry masih tampak setia menonton penyerahan trofi hingga sampai acara benar-benar selesai.

Bahkan, saat layar televisi menayangkan suporter yang membawa spanduk bertuliskan “Turunkan Nurdin”, Herry tampak sumringah dan berfoto di depan layar besar yang terletak di pendopo halaman rumahnya.(*)

Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved