Piala AFF 2010
Aahh...Ternyata Mereka Hanya Jago Kandang
Libur latihan membuat nonbar leg pertama final Piala AFF 2010 di Mess Persiba tanpa diikuti pemain Persiba.
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Nonton bareng (nonbar) di Mess Persiba Bantul hanya diikuti 10 orang.
Tak ada pemain Persiba bergabung di ruang makan, lokasi nonbar laga final leg pertama Piala AFF 2010 ini.
“Biasanya ramai. Ini kan pemain lagi diliburkan, jadi semua pada mudik. Sepi penonton, mungkin karena hujan juga,” ujar Ariyanto (36), anggota Paserbumi (suporter Persiba) yang duduk di depan layar lebar berukuran 2 x 1,5 meter itu.
Meski sedikit, suasana riuh tetap terlihat di acara ini. Mereka berlesehan di lantai, ada pula yang duduk di meja.
Secara kompak mereka menyanyikan lagu Garuda Di Dadaku sambil menabuh senar drum. Suara itu terdengar semakin keras saat timnas membangun serangan ke kubu Malaysia.
Kata-kata makian pun muncul saat pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan tim Malaysia tidak ditindaklanjuti wasit. "Matanya di mana tu wasitnya, woiii...!," teriak beberapa suporter bersamaan.
Semangat anak-anak Paserbumi tetap membara saat Indonesia kebobolan satu angka. "Orapopo, ora pasah (tak apa-apa, tidak masalah)," terdengar mengiringi nonbar malam ini.
Perhatian mereka mulai serius saat Indonesia kebobolan untuk kedua kali. Mereka menyayangkan pemain belakang timnas Indonesia yang mudah dilewati pemain Malaysia.
"Aduh ambruk nih pagarnya," kata Ari.
Semangat mereka seakan patah seiring keluhan-keluhan yang terdengar memenuhi ruangan itu. Mereka mulai keluar ruangan satu per satu ketika waktu pertandingan memasuki masa injury time.
"Ah, ternyata jago kandang," kata Ari sambil meninggalkan ruangan.
Wajah kecewa mulai terlihat begitu gol demi gol jebol ke gawang Markus Horison.
Memasuki babak kedua, suporter Paserbumi mulai berdatangan. Sampai akhir laga, jumlah penonton menjadi 30 orang. (*)