Berapa Keuntungan dan Modal yang Dikeluarkan untuk Membuka Usaha Thai Tea? Ini Jawabannya

Dengan semakin banyaknya gerai, apakah bisnis ini masih menjanjikan? Dan berapa modal yang harus dikeluarkan untuk kerjasama membuka gerai Thai Tea?

Berapa Keuntungan dan Modal yang Dikeluarkan untuk Membuka Usaha Thai Tea? Ini Jawabannya
Dok via KONTAN.co.id
Balo Thai Tea 

Berapa Keuntungan dan Modal yang Dikeluarkan untuk Membuka Usaha Thai Tea? Ini Jawabannya

TRIBUNJOGJA.com - Thai Tea, minuman teh dicampur susu ini tampaknya menjadi yang sangat populer saat ini. Gerainya juga bisa ditemukan di berbagai sudut kota. Dengan semakin banyaknya gerai, apakah bisnis ini masih menjanjikan? Dan berapa modal yang harus dikeluarkan untuk kerjasama membuka gerai Thai Tea?

Dikutip dari laman KONTAN, seorang pengusaha Thai Tea Franciscus Ricky memberikan gambarannya.

Dengan mengusung merek Balo Thai Tea, pendiri Rocket Food Group tersebut, perusahaan penyedia ragam kemitraan kuliner, langsung membuka tawaran kemitraan usaha saat pertama kali membuka usaha thai tea pada awal tahun ini.

Menurut Ricky, pihaknya memang sengaja langsung menawarkan kemitraan usaha di awal bisnis. Tujuannya adalah untuk mempercepat laju ekspansi bisnis.

"Minuman thai tea masih digemari oleh masyarakat dan kami optimistis bisnis ini masih bisa berkembang," katanya kepada KONTAN, Selasa (14/5).

Meski baru awal beroperasi, hasilnya langsung terlihat. Kini Bola Thai Tea sudah menggandeng empat mitra bisnis dengan gerai yang tersebar di Bekasi, Tangerang, Bogor, hingga Palangkaraya. Kalau Anda tertarik dengan bisnis minuman ini, Ricky langsung membuat tiga paket kemitraan. Yakni sebesar Rp 3,9 juta, Rp 4,6 juta dan Rp 5,4 juta.

Dengan paket tersebut, mitra akan mendapat sejumlah fasilitas. Seperti gerobak sesuai dengan paket pilihan investasi. Selain itu ada dispenser air, takaran gula cair, gelas, sendok pengaduk dan lainnya. Ada lagi gelas plastik kemasan, dan bahan baku minuman thai tea. Seperti susu evaporasi, bubuk thai tea 1 kg, bubuk teh hijau 1 kg, bubuk cokelat 500 gr, choco mint, taro hingga bahan bubble.

Setelah mendapat bahan baku dan kemasan, untuk tahap selanjutnya, mitra harus membeli dari pihak pusat. Untungnya, mitra tidak dikenakan biaya royalti. Jadi seluruh pendapatan bakal menjadi milik mitra.

Dengan harga jual antara Rp 8.000 per cup sampai Rp 12.000 per cup, Ricky menargetkan gerai Balo Thai Tea bisa menjual sekitar 40 cup per hari. Dengan target tersebut, ia memproyeksi mitra bisa balik modal antara satu hingga dua bulan saja.

Dengan hitungan itu, ia optimistis gerai Balo Thai Tea bakal bertambah banyak dan bisa mencapai 100 gerai di akhir tahun ini. Untuk menjaga pasar ia akan perbanyak varian rasa. (*)

==

Artikel ini sudah tayang di KONTAN.co.id dengan judul Masih ada tawaran kemitraan thai tea dari Balo Thai Tea

Editor: mon
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved